Konflik Internal PPP Sidoarjo

Digugat Supriadi, Umi Khaddah, Anggota DPRD Sidoarjo Terancam di PAW

Supriadi (kiri) menggugat selisih suara, karena mendadak perolehan suaranya dikalahkan Umi Khaddah (kanan). (foto istimewa)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Anggota DPRD Sidoarjo dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Umi Khaddah yang terlantik Rabu (21/8/2019) pekan lalu, terancam pergantian antar waktu (PAW).

Pasalnya, caleg PPP, dapil 5 (Taman - Sukodono), nomor urut 4, HM. Supriadi melayangkan gugatan kepada Mahkamah Partai, sebelum ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait selisih perolehan suara.

"Padahal, menurut bukti form C1, saya memperoleh 3.733 suara, sedangkan Umi Khaddah mendapatkan 3.107 suara, selisih 600 suara. Namun, saya heran, berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, mendadak perolehan total suara berubah, saya 3.334 suara, sedangkan Umi Khaddah 4.240 suara," jelas Supriadi pada Akuratnews.com, Senin (26/8/2019).

Karenanya, lanjut Supriadi, dia melaporkan persoalan yang dialaminya tersebut ke Mahkamah Partai, Mei 2019 lalu.

"Oleh karena ada permasalahan di internal partai, hasil laporannya pun tertunda dan Mahkamah Partai bakal memutuskannya pekan ini," ujarnya.

Sementara itu, ketika Ketua KPU Sidoarjo, Muhammad Iskak dikonfirmasi hal tersebut, dikatakan, sengketa gugatan perselisihan suara itu kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK). Apabila MK memutuskan gugatan pemohon atas termohon dikabulkan, tentu dilakukan proses PAW.

"Sengketa soal gugatan selisih suara itu kewenangan MK. Kalau ada putusan inkracht (final dan mengikat) dari MK, ya bisa dilakukan PAW. Sedangkan, tugas kami hanya mengantarkan sampai tahap pelantikan sesuai hasil rekapitulasi suara yang sudah disahkan," terangnya.*

Penulis: Wachid Yulianto
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga