Digugat Tommy, Kuasa Hukum Arwan Beberkan Dugaan Konspirasi Pengiriman Excavator

Sengketa gugatan Wanprestasi antara Tommy Tuasihan selaku Penggugat sekaligus juga Tergugat Konvensi melawan Arwan Koty sebagai Tergugat sekaligus juga Penggugat Rekonvensi, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. (foto istimewa)

Wili mencontohkan, pada bukti T/PR-23.1 (Gugatan Wanpretasi Penggugat) & T/PR-23.2 (Daftar Bukti Penggugat), dalam gugatan Penggugat Pada angka 4 hlm. 2 menyatakan Penggugat sudah mentransfer duluan kepada PT Indotruck atas kekurangan uang …..…………………………... dst sesuai Bukti P-4; Pada angka 6 hlm. 2: bahwa pada intinya semula Tergugat mau membeli alat berat,…..…………………………... dst, sesuai Bukti P-5. Namun, ditegaskan Wili, dalil dalam gugatan Penggugat (Bukti T/PR-23.1) tidak bersesuaian dengan Daftar Bukti Penggugat dimana bukti P-4 adalah Kartu keluarga dan Bukti P-5 adalah surat ketetapan no. S.TAP.66/VI/Res.1.11/2019;

"Adapun dalam Gugatan Penggugat halaman 1, angka 1, menyatakan 'SURAT PERNYATAAN HUTANG' tetapi dalam daftar Bukti Penggugat (Bukti P-1) menyatakan 'SURAT PERJANJIAN HUTANG'." terangnya.

Kedua, bahwa antara gugatan dan petitum, dianggap oleh Kuasa Hukum Arwan Koty tidak bersesuaian.

"Bahwa dalam fundamentum petendi, Penggugat (Tommy) jelas mendalilkan daliinya tentang adanya uang sebesar Rp500 juta yang tersisa, yang digugat kepada tergugat, agar mengembalikannya. Penggugat sama sekali tidak menjelaskan latar belakang kenapa sampai terjadinya peminjaman uang sebesar Rp1 miliar tersebut." terang Wili.

"Penggugat (diduga) sengaja menyembunyikan fakta bahwa ada pekerjaan yang terkait jelas sekali dan merupakan kesepakatan dalam suatu pekerjaan. Bahwa kekurangan dana tersebut, berani diberikan secara mudah oleh Tommy karena Tommy dan Saudara Soleh merupakan rekanan pihak PT Indotruck Utama." terangnya.

Dalam hal itu, kata Wili, kepentingan pihak PT Indotruk adalah biar (pembelian excavator) segera lunas, dan kepentingan Tommy dan Soleh adalah agar segera mengirimkan Alat berat tersebut." tambahnya.

Namun, menurut Wili, Persoalan besar kemudian timbul, yaitu, bahwa hingga saat ini, Excavator yang sudah dibayar lunas, dibeli dari PT Indotruck Utama belum pernah diseraherimakan oleh PT. Indotruck Utama, atau belum pernah diterima oleh pihak Arwan Koty.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis:

Baca Juga