Dikabarkan Bubar, FSKN Sebut Mungkin Ada Yang Iri

Jakarta, Akuratnews.com - Kabar yang menyebut Forum Silahturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dibubarkan dibantah pengurus FSKN.

"FSKN masih eksis sampai saat ini. Kita bahu membahu dengan semua pihak," tegas Ketua Umum FSKN, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat di Jakarta, Sabtu (12/10).

Arief sendiri tak mau berspekulasi jauh terkait adanya kabar pembubaran FSKN ini. Namun saat ditanyakan apakah hal ini ada kaitannya dengan ketidakpuasan pihak-pihak tertentu, Arief tak sepenuhnya membantah.

"Lembaga silaturahmi yang kerap diapresiasi ya FSKN ini. Ya mungkin saja ada yang iri, tapi kita coba rangkul semua. Yang jelas FSKN masih eksis," ucap Raja Kesultanan Kasepuhan Cirebon ini.

Salah satu bentuk eksistensi FSKN ini terlihat dari diundangnya raja-raja yang tergabung dalam FSKN dalam Penutupan Pekan Kebudayaan Nasional 2019 di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (14/10).

Tampak hadir dalam acara ini, selain Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat dan isteri ada juga Yang Mulia Acmad Aflus Mapparesa (Raja Tururikele Maros), Yang Mulia Andi Muhamad Oza Toganu (kerajaan Parigi Sulteng) serta desainer tenun dan songket Anna Mariana yang merupakan anggota Dewan Pakar Budaya FSKN.

“Kami juga hadir dan ikut serta dalam pembukaan  dan Pawai Budaya pada 13 Oktober 2019,” imbuh Arief.

Walau belum terlibat secara langsung dalam acara ini, tetapi FSKN imbuh Arief telah ikut memberi masukan-masukan sejak diadakan kongres kebudayaan.

"Acara Pekan Kebudayaan Nasional ini merupakan salah satu usulan kongres kebudayaan,”  katanya.

Di kesempatan yang sama, Anna Mariana menuturkan,  pengembangan kraton masih sangat memerlukan bantuan nyata dari pemerintah.

“Terutama pada kraton yang sudah tua, karena tanpa dukungan pemerintah, mereka tidak bisa berkembang sama sekali. Bahkan bisa punah," paparnya.

Menurut Anna, harus dibuat semacam kesepakatan, kraton bukan hanya sekadar direvitalisasi namun perlu dipikirkan bagaimana pengelolaan selanjutnya.

Hal ini juga diamini Arief. Kraton hingga kini masih terus hidup dan berjalan adat serta tradisinya sampai saat ini.

"Cuma perlu perhatian yang lebih. Kraton itu benteng terakhir kebudayaan, karena di luar kraton sudah penuh hiruk pikuk modernisasi," pungkas Arief.

Penulis: Rianz
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga