Dikbud Muna Usulkan Kekurangan Tamsil Guru di Kemenkeu

Kabid Pembina Dan Ketenagaan Dikbud Muna Sultra Saat di Wawancara Wartawan di Ruang Kerjanya
Kabid Pembina Dan Ketenagaan Dikbud Muna Sultra Saat di Wawancara Wartawan di Ruang Kerjanya

AKURATNEWS - Pencairan dana tunjangan Tambahan Penghasilan (Tamsil) Guru di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara ( Sultra) selama kurun waktu enam bulan di Tahun 2021, sampai saat ini belum dapat di realisasikan kepada 274 guru penerima manfaat pada lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muna awalan .

Pasalnya dana tersebut terjadi kekurangan untuk dibayarkan hingga terjadi Carry Over. Dikbud Muna pun tidak tinggal diam dan terus berusaha melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian keuangan atas terjadinya kekurangan itu.

Kepala Bidang (Kabid) Pembina dan Ketenagaan Dikbud Muna, La Ode Sarmin saat dikonfirmasi perihal tersebut menjelaskan jika pihaknya saat ini terus berusaha melakukan koordinasi dengan Kemenkeu.

" Kita sudah laporkan ke pusat, bahwa sudah keluar SKnya namun kita tidak cairkan karena dananya kurang sehingga terjadi Carry Over," Jelasnya kepada Akuratnews.com.

Kabid Dikbud itu juga menerangkan bahwa pihaknya saat ini tinggal menunggu tanggapan dari pusat dan nanti setelah ada hasilnya baru kita bisa mengambil tindakan.

" Setelah menunggu tanggapan dari pusat bahwa itu terjadi carry over baru kita cairkan dananya. Kalau sdah ada tanggapan dari Kemenkeu. Dan kita juga sudah usulkan tambahan kekurangan dana tunjangan Tamsil itu di Kemenkeu," Tandas Sarmin

Sebelumnya Bendahara Dikbud Muna, Narti, pada tayangan sebelumnya di Akuratnews.com, telah menjelaskan jika tunjangan Tamsil Guru pada lingkup Dikbud Muna terjadi kekurangan sebesar Rp 52 juta dari permintaan Rp 203 juta di Keuangan Pemkab Muna.***

Penulis: Zainal Arifin

Baca Juga