Kontak Senjata Lagi di Papua

Dimakamkan di Banjar, Prada Ginanjar Gugur Ditembak KKB

Intan Jaya, Akuratnews.com - Lagi, seorang prajurit TNI gugur usai terkena tembakan dalam kontak senjata antara aparat keamanan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin (15/2).

Korban tewas itu adalah Prada Ginanjar, anggota Satgas Raider 400. Ia terkena tembakan pada bagian perut dan gugur ketika dievakuasi.

"Jenazah sudah dievakuasi ke Mimika sekitar pukul 09.30 WIT sudah sampai di Brigif," ujar Asops Kogabwilhan III Brigjen Suswatyo melalui sambungan telepon kepada wartawan.

Ia membantah informasi mengenai ada anggota TNI lain yang menjadi korban dalam kontak senjata tersebut.

"Korban satu, tidak ada yang luka. Lokasi kejadian di Sugapa di Intan Jaya, mereka terlibat kontak senjata," kata Suswatyo.

Sebenarnya, pada Senin pagi, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Ignatius Yogo Triyono sedang melakukan kunjungan ke Sugapa Intan Jaya.

Prada Ginanjar pun dievakuasi ke Mimika menggunakan helikopter yang mengangkut Pangdam ke Sugapa.

Prada Ginanjar Arianda adalah prajurit asal satuan Yonif 406 Brigif 4/Banteng Raider di bawah Kodam IV/Diponegoro, Jawa Tengah (Jateng).

Sedianya, Prada Ginanjar yang gugur di usia 22 tahun ini akan dimakamkan di kota kelahirannya, Kota Banjar, Jawa Barat.

Ruman duka anak dari pasangan Dede Anda dan Yati di dusun Sumanding, kelurahan Mekarsari, kecamatan Banjar pun mulai ramai kedatangan pelayat.

Terpisah, Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM) mengaku bertanggung jawab atas insiden kontak tembak di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Senin (15/2) yang menyebabkan gugurnya Prada Ginanjar.

Hal ini disampaikan Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM), Sebby Sambom.

Ia menyatakan, serangan dipimpin Sabinus Waker. Sebby juga menegaskan, TPN OPM (Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB) akan terus menyerang aparat keamanan dan sejumlah pihak yang terbukti bekerja sama dengan aparat TNI-Polri.

”Kami akan menghentikan serangan apabila pemerintah Indonesia membuka perundingan dengan TPN OPM di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Sebby seperti dikutip dari Kompas.id, Senin (15/2).

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga