PENDIDIKAN

Dinas PPO Matim Apresiasi SMPN IV Poco Ranaka Menjadi Pusat Studi Kurikulum Penggerak

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur Drs. Basilius Teto melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Vinsensius Tala, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada Kepala Sekolah Penggerak Veronika Benge, atas dipilihnya SMPN IV Poco Ranaka sebagai pusat studi Kurikulum Sekolah Penggerak oleh Kemendikbud
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur Drs. Basilius Teto melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Vinsensius Tala, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada Kepala Sekolah Penggerak Veronika Benge, atas dipilihnya SMPN IV Poco Ranaka sebagai pusat studi Kurikulum Sekolah Penggerak oleh Kemendikbud

AKURATNEWS - Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur Drs. Basilius Teto melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Vinsensius Tala, S.Pd menyampaikan apresiasi.

Khusus kepada Kepala Sekolah Penggerak Veronika Benge, atas dipilihnya SMPN IV Poco Ranaka sebagai pusat studi Kurikulum Sekolah Penggerak oleh Kemendikbud.

Hal tersebut disampaikan Kabid Vinsensius Tala dalam sambutannya pada acara penjemputan tim studi Kurikulum Sekolah Penggerak dari Kemendikbud di SMPN IV Poco Ranaka, Sabtu 4 September 2021.

"Bapak Ibu sekalian hari saya menyampaikan rasa syukur. Kami di Dinas Pendidikan, DPR, Pemerintah Daerah merasa bersyukur atas peristiwa yang kita alami hari ini,'' ungkap Kabid SMP Dinas PPO Matim itu dihadapan tamu dari Kemendikbud serta sejumlah guru, tokoh masyarakat dan undangan yang hadir.

''Sejak awal pelaksanaan program sekolah penggerak sampai dipilihnya SMPN IV Poco Ranaka sebagai pusat studi Kurikulum Sekolah Penggerak oleh Kemendikbud," sambungnya.

Kabid SMP Dinas PPO itu menerangkan jumlah satuan pendidikan pada tingkat Kabupaten Manggarai Timur dinyatakan lolos seleksi sekolah penggerak tahun 2021 sebanyak 54 sekolah terdiri dari TK PAUD sebanyak 2 sekolah, SD sebanyak 15 sekolah, SMP 27 sekolah, SMA 10 sekolah.

Meskipun penilaian kasat mata dari kondisi SMPN IV Poco Ranaka secara keseluruhan tidak memungkinkan untuk dijadikan pusat studi Kurikulum Sekolah Penggerak namun Vinsensius memastikan terpilihnya sekolah tersebut menjadi pusat studi Kurikulum Sekolah Penggerak dilakukan secara profesional oleh tim seleksi Kemendikbud.

"Tentu ada kecemburuan dari 27 sekolah penggerak jenjang SMPN terhadap lembaga ini. Kalau saya disuruh memilih tentu saya tidak memilih sekolah ini. Saya tidak kenal SMPN IV ini,'' ujarnya.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Redaksi
Editor: Zulfahmi Siregar

Baca Juga