Dinilai Tidak Amanah Jalankan MoU Helsinki, Jaringan Aneuk Syuhada Aceh Mendesak Ketua BRA Diganti

Lhokseumawe, Akuratnews.com - Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Pusat melaksanakan pelatihan life skill di Aceh Utara dalam rangka pemberdayaan ekonomi eks kombatan, eks tahanan dan narapidana politik (tapol/napol), dan masyarakat terimbas konflik.

Pembukaan pelatihan tersebut dilaksanakan di Hotel Lido Graha, Kota Lhokseumawe, Senin (11/11/2019). Namun kegiatan yang digelar oleh Badan Reintegrasi Aceh tersebut dinilai oleh Jaringan Aneuk Syuhada Aceh Utara (JASAU) tidak tepat sasaran.

Kordinator Daerah 2 Samudra Pase, Abdul Hafis mengatakan, bahwa mereka kecewa terhadap BRA pusat yang secara prosedur sudah menyalahi aturan, kegiatan yang seharusnya memprioritaskan korban konflik Aceh, namun kenyataannya tidak satupun dari mereka yang mengikuti pelatihan life skill tersebut.

"Kami tidak terima dan kecewa berat kepada BRA pusat, karena tidak satupun dari kami anak syuhada yang menjadi peserta life skill, jangankan menjadi peserta, undangan dan pemberitahuan pun kami tidak terima, apalagi acara dilaksanakan di Lhokseumawe, saya selaku Kordinator Anak syuhada di Daerah 2 tidak terima" kata Hafis di Lhokseumawe, Selasa (12/11/2019).

Hafis menilai Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Pusat M.yunus tidak profesional dalam menjalankan tugas yang di amanahkan oleh MoU Helsinki, dan berharap kepada Muzakkir manaf atau (Mualem) selaku ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) pusat untuk merekomendasikan kepada Plt Gubernur Aceh secepatnya mengganti Ketua BRA Pusat karena dianggap tidak amanah dalam menjalankan tugasnya, dan untuk menjamin keberlangsungan perdamaian di Aceh.

"Sampai saat ini korban konflik dan Aneuk Syuhada belum tersentuh bantuan apapun dari BRA terutama kami yang di wilayah pase" Pungkasnya.

Penulis: Indra
Editor:Atta

Baca Juga