Dinilai Tidak Berimbang, Koalisi Prabowo-Sandi Boikot Metro TV

Ketua BPN Djoko Santoso

Jakarta, Akuratnews.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno memutuskan untuk memboikot stasiun televisi Metro TV.  Hal ini sebagai bentuk protes karena Metro TV dianggap tidak berimbang dalam menyampaikan pemberitaan terkait kampanye Pilpres 2019.

"Saya menyatakan Metro TV diboikot untuk sementara waktu, dan untuk tempo yang tidak ditentukan," kata Ketua BPN Djoko Santoso di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Keputusan boikot ini diambil setelah BPN Prabowo-Sandiaga melakukan rapat internal antara pemimpin timses terhitung sejak Senin (5/11/2018) kemarin. Djoko menilai selama ini pihaknya kerap merasa dirugikan oleh media milik Ketua Umum Nasdem Surya Paloh itu.

Menurutnya, Metro TV tidak berimbang dalam melakukan kegiatan jurnalistik televisi.

Pasalnya, Metro TV dianggap sering memojokan Prabowo-Sandi dan parpol koalisi.

Djoko juga menilai televisi tersebut kerap menyampur adukkan opini dalam produk jurnalistiknya. Utamanya soal pemberitaan yang dinilai berat sebelah.

"Dialog juga begitu. Kadang-kadang ada diskusi dan debat di televisi yang menampilkan kedua pembicara, tetapi di sisi lain ada running teks yang berkomentar negatif kepada pembicara kita. Ini kan tidak fair," ungkap mantan Panglima TNI itu.

Djoko sendiri sejak Jumat (2/11/2018) malam telah mengambil keputusan agar BPN tidak melayani agenda wawancara ataupun diskusi eksklusif di media Metro TV. "Kecuali agenda resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berjalan secara jujur, adil. Kami memutuskan tidak akan melayani agenda media Metro TV," tukas dia.

Sebelumnya, anggota tim BPN Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean juga menginformasikan bahwa keputusan boikot tersebut telah dibahas di internal koalisi. Bahkan ia mengungkapkan bahwa Partai Demokrat telah terlebih dahulu memboikot Metro TV.

"BPN Prabowo-Sandiaga, hingga batas waktu yang tidak ditentukan, memboikot Metro TV," kata Ferdinan. (YSF)

Penulis:

Baca Juga