Dinkes Dinilai Tak Becus Tangani Covid-19

Pemalang, Akuratnews.com - Wabah corona yang menjangkiti tenaga medis di Kabupaten Pemalang dan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) terutama bagi tenaga kesehatan yang dirasa kurang serta koordinasi dinas kesehatan dalam melawan corona yang dianggap masih kedodoran, pusat informasi dan kajian kebijakan publik (Puskapik) mengajukan public hearing (dengar pendapat) dengan dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang dan pemerintah Kabupaten Pemalang dalam hal ini Dinas Kesehatan.

Diterima oleh ketua DPRD Kabupaten Pemalang Agus Sukoco didampingi wakil ketua DPRD serta ketua fraaksi, ketua-ketua komisi DPRD kabupaten Pemalang. Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pemalang tidak hadir di wakili sekretaris dinas kesehatan Mardiyanto dan kepala bidang (Kabid) serta jajarannya.

Menurut Ketua DPRD bahwa daana yang dialokasikan sebanyak 40 milyar, sebanyak 29 milyar dialokasikan sebagai jaring pengaman sosial, akan di berikan kepada masyarakat selama tiga bulan. 10 milyar dialokasikan untuk kesehatan meliputi pemberian ke tujuh Rumah sakit yang ada di Kabupaten Pemalang. Penyediaan 1.000 APD untuk 25 puskesmas. Pembelian 66 set peti mati, 1.200 buah masker bedah,kacamata Google sebanyak 650 buah, 900 sepatu boots dan 12.600 sarung tangan panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Sukoco mempertanyakan anggaran dan lambatnya pembelian APD .

Jawaban dari dinas kesehatan yang diwakili oleh sekdin Mardiyanto, dalam penanggulangan Covid-19, Dinkes memiliki cakupan kerja meliputi 4 titik pelayanan yaitu Puskesmas, RSU Ashari dan 2 titik di dinas kesehatan. Anggaran sebesar 24 milyar lebih yang ada di Dinkes baru sebagian kecil di belanjakan.

“Yang sudah di belanjakan jumlah nya ratusan Item dan ini ada data nya , termasuk baju hasmat nilai belanja sampai 1 milyar, untuk yang lain , kacamata Google untuk tenaga medis, sepatu boots dan Handsanitizer serta lainya. Untuk sepuluh hari ke depan sudah kami belanjakan nilai rupiahnya mencapai 2.743.000.000.” terang Mardiyanto.

Sementara itu ketua komisi D, Nuryani, menegaskan bahwa masalah penanggulangan Covid 19 virus Corona memang menjadi tanggung jawab bersama, namun meminta dinkes segera membelanjakan dan menyediakan kebutuhan yang diperlukan.

“Untuk dinas kesehatan kami tegaskan untuk segera membelanjakan anggaran yang masih banyak itu, jangan nunggu diminta baru disediakan," ucap Nuryani.

Sedangkan politisi Golkar Ujianto, menyoroti lambannya dinkes dalam menyikapi permasalahan yang ada.

“Pihak dinas kesehatan sangat lambat dalam mensikapi masalah ini, padahal tanggung jawab mutlak adalah dinas kesehatan, tandasnya.

Ujianto juga meminta pihak-pihak terkait untuk sesekali mengajak bicara wartawan agar saling mengetahui permasalahan yang ada.

“Jangan ada yang di tutup tutupi, data seperti ini rakyat tidak tahu kalau wartawan tidak memberitakan. Jadi jangan sampai kami berpikir salah pilih memilih saudara Soleh Salahudin menjadi kepala dinas kesehatan” tegas Ujianto.

Penulis: Heru Prabowo

Baca Juga