Dinkes Muna: Pengadaan Alat PCR 2 M itu Tidak Ada, yang Ada Alat Laboratorium Kedokteran 20 Item

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), La Ode Arifin Kase
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), La Ode Arifin Kase

AKURATNEWS - Beberapa pekan lalu pengadaan alat PCR atau polymerase chain reaction yang diadakan di tahun 2020 lalu oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi sorotan publik.

Persolan itu pun sampai ke Polres Muna, dilaporkannya Dinkes oleh kelompok masyarakat, atas pengadaan alat PCR itu terjadi Mark Up harga yang nilainya dituding senilai Rp 2 Miliar.

Menanggapi hal itu tim teknis pengadaan Dinkes yakni Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), La Ode Arifin Kase, yang ditemui diruang kerja oleh Akuratnews.com mengatakan jika pengadaan PCR yang ditudingkan kekami (Dinkes) dengan anggaran 2 Miliyar itu tidak ada dan perlu di luruskan.

" Sebenarnya bukan pengadaan alat PCR tetapi Pengadaan Alat Laboratorium Kedokteran dengan 20 item alat kesehatan lainnya termasuk didalamnya PCR," Katanya.

Dalam pengadaan itu, Arifin lebih memperjelas jika harga PCR saja berdasarkan pagu anggaran dalam RABnya , harganya sekitar Rp 900 juta.

" Alat PCR itu harganya sekitar Rp 900 jutaan. Hanya ketika ditotalkan anggarannya hampir mencapai Rp 2 Miliyar termasuk yang 20 item itu,”Ungkapnya.

Ditambahkan, dalam prosesnya itu juga kami telah lalui beberapa tahapan berdasarkan aturan yang ada." Pengadaan alat laboratorium kedokteran (Bukan pengadaan alat PCR) yang kami adakan itu telah direviu oleh inspektorat selaku yang memiliki kewenangan," terangnya.***

Penulis: Zainal Arifin
Editor: Ahyar

Baca Juga