Dinkes Sinjai Gelar Audit Maternal Perinatal Turunkan Angka Kematian

Pertemuan Audit Maternal Perinatal (AMP) Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. /Ashari/AKURATNEWS.

AKURATNEWS - Angka kematian ibu dan anak menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Apalagi hal tersebut merupakan program nasional dalam menurunkan angka kematian.

Sehubungan dengan hal itu, Dinkes Sinjai melaksanakan pertemuan Audit Maternal Perinatal (AMP) di Aula Pertemuan Wisma Sanjaya Sinjai, Selasa (7/12/2021).

Pertemuan ini diikuti puluhan peserta dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai, Puskesmas, Klinik KIA, perwakilan dari Organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Ketua Panitia Pelaksana Hj Hamsiah dalam laporannya menyatakan bahwa pertemuan tersebut para peserta diharapkan dapat melihat langsung gambaran pelaksanaan pengkajian AMP yang kasus kematiannya diangkat dari kejadian yang ada di Kabupaten Sinjai.

Sebab, AMP adalah suatu kegiatan yang menelusuri kembali sebab kesakitan dan kematian ibu dan anak dengan tujuan mencegah kesakitan dan kematian yang akan datang serta dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr Emmy Kartahara Malik menyebutkan, berdasarkan data laporan pada tahun 2020, kematian ibu sebanyak empat orang, dan kematian anak 96 orang.

Sedangkan pada tahun 2021 sampai bulan November kematian ibu mencapai 17 orang, dan kematian anak 120 orang. Artinya, kasus tersebut mengalami peningkatan.

“Inilah yang mendasari sehingga kita melakukan AMP. Karena kita ingin mengetahui apa yang menjadi letak permasalahannya, sehingga kita bisa tekan angka kematian ibu dan anak di tahun mendatang,” ungkapnya.

Dia mengharapkan agar semua elemen masyarakat, khususnya ibu hamil untuk selalu aktif memeriksakan kehamilannya, dan memeriksakan kesehatan anak guna mengetahui kesehatan di masing-masing tubuh warga masyarakat.

Pertemuan AMP turut dihadiri oleh Direktur RSUD Sinjai dr Kahar Anies. Adapun narasumber dalam kegiatan ini yakni, dr Emma Alasiry dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sulsel, dan dr Elisabeth Jusuf dari Himpunan Obstetri dan Ginecologi Seluruh Indonesia (HOGSI) Sulsel. ***

Penulis: Ashari

Baca Juga