Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Tengarai Ada Orang Besar di Balik Peredaran Narkoba

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah
Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah

Bukan jadi rahasia umum, masifnya peredaran narkotika dan zat adiktif di Indonesia dikendalikan oleh orang-orang besar negeri ini. Ini merupakan bisnis miliaran bahkan triliunan yang sangat menggiurkan.

Jakarta, Akuratnews.com - Data terakhir menyebut jika Badan Narkotika Nasional (BNN) mendapatkan jumlah yang besar bagi pengunaan narkotika dan zat adiktif di Indonesia.

BNN menyebut penggunaan narkoba mencapai 3,6 juta orang sampai akhir 2019. Dan itu meningkat jumlahnya 0,03 persen di banding tahun sebelumnya.

Terkait peningkatan jumlah pemakaian narkoba Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah menengarai adanya pergerakan bisnis yang menguntungkan.

"Kalau dibilang bisnis pastinya ada yang diuntungkan, dan pastinya perjalanan bisnisnya akan terus besar karena ekspansinya karena dianggap menguntungkan secara financial, itu kan memang hukum dagang, permasalahannya bahwa dagangannya ini merusak anak bangsa." ujar Iskandarsyah saat dihubungi Akuratnews di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Karena itu Iskandarsyah meminta pemerintah harus jeli dan segera bertindak sebelum anak bangsa terlanjur dihantam barang haram tersebut.

"Tak perlu basa-basi apabila berniat menyelamatkan anak-anak bangsa ini." pintanya.

Bukan hanya kalangan milenial saja, Iskandarsyah juga menyebut orang-orang yang duduk menjadi pejabat publik, anggota dewan, bahkan para penegak hukum juga terpapar oleh penggunaan narkoba dan sejenisnya.

"Ini merupakan keprihatinan bagi kita semua. Ini pasti akan menimbulkan asumsi jangan-jangan memang bisnis ini nyaman, menjanjikan dan pastinya banyak orang-orang besar di belakang bisnis ini. Asumsi sih sah-sah aja, selagi tidak menuding.

Menurut Iskandarsyah, kejadian demi kejadian yang melibatkan banyak orang partai politik yang terlibat dalam masalah narkoba bukan cerita baru.

"Seperti ketua DPRD Langkat Sumut yang juga kader partai Nasdem, Roro Fitri kader partai Golkar salah satu contoh soal buat kita semua. Masyarakat berasumsi lagi, jangan-jangan partai politik juga dapat sokongan dana dari bisnis ini." imbuhnya.

Iskandarsyah mengajak seluruh elemen masyarakat mendorong pemerintah untuk serius menangani bencana besar narkoba yang sudah merusak banyak anak bangsa negeri ini.

"Kalau pemerintah serius pasti akan mudah, karena pemerintah punya kekuatan untuk itu semua, tapi kalau sebaliknya, maka cepat atau lambat bangsa ini akan hancur porak poranda karena generasinya habis karena narkoba ini. Semoga ini cepat terlaksana, terutama program dari kawan-kawan JBMI yang akan mendirikan pusat rehabilitasi gratis bagi anak bangsa. Tinggal dukungan pemerintah dan peran serta masyarakat membantu program ini berjalan baik." tutup Iskandarsyah.

Penulis: Alamsyah

Baca Juga