Direktur Resos Kemensos RI, Lansia Butuh Dukungan Dari Keluarga Dan Lingkungan

Seminar Talk Show dengan tema "Peran Lansia dalam Pembangunan Indonesia" di Gedung Tribrata, Jakarta. Minggu (6/9).

Akuratnews - Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Edi Suharto menyampaikan, menurut data hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2018 saat ini penduduk lanjut usia di Indonesia mencapai 24,49 juta jiwa, angka tersebut diprediksi akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

"Sehingga sebagai bangsa yang sedang tergolong berstruktur tua, kita harus mengambil langkah-langkah antisipatif agar lansia di Indonesia kedepannya menjadi lebih sehat dan produktif agar dapat terus berperan dalam pembangunan bangsa," kata Edi Suharto saat hadir sebagai pembicara Seminar Talk Show dengan tema "Peran Lansia dalam Pembangunan Indonesia" di Gedung Tribrata, Jakarta. Minggu (6/9).

Dijelaskan Edi Suharto, untuk mewujudkan kebijakan yang mendukung lansia tetap produktif, mandiri dan sejahtera serta bermartabat diantaranya, harus ada penguatan terhadap keluarga yang memiliki Lansia, mendukung para Lansia berkreasi, pelayanan digital bagi Lansia dan kemudahan bagi Lansia mengakses layanan umum.

Pertama, pemerintah pusat dan daerah harus menguatkan kepada para keluarga yang memiliki lansia di rumahnya.
Kedua, pemerintah pusat dan daerah harus mendorong dan memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berpartisipasi mendukung para lansia, memberi kesempatan kerja sesuai kemampuan, dan menyediakan ruang-ruang publik untuk mengekspresikan diri para lansia.
Ketiga, manfaat pelayanan digital untuk menyediakan pelayanan terbaik bagi para lansia, agar lansia bisa memanfaatkan layanan negara yang bersifat online, secara mandiri dan yang keempat, pemerintah pusat dan daerah harus memastikan kemudahan dalam penggunaan fasilitas umum, mencakup puskesmas ramah lansia, fasilitas gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, pasar, terminal bus, stasiun kereta api, dan taman kota yang perlu ditata ulang dengan memerhatikan kebutuhan khusus dan keterbatasan Lansia.

"Karena itu, para lansia membutuhkan dukungan dari keluarga dan lingkungan masyarakat sekitarnya, harus diciptakan lingkungan yang ramah terhadap lansia sehingga mereka nyaman menjalani kehidupannya," pungkas Edi Suharto.

Rasa hormat kepada lansia bukan saja sebagai bagian dari budaya bangsa, Lebih dari itu juga sebagai penghargaan atas pengabdian dan kearifan yang telah mereka berikan kepada keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Sebelumnya, Lansia Aktif Peduli Indonesia (LANTIP Indonesia) menyelenggarakan acara seminar dan talkshow dan launching perkumpulan Lantip yang didirikan sejak 22 Maret 2018 oleh Taufiequrachman Ruki, Ketua Lansia Aktif Peduli Indonesia (LANTIP INDONESIA), acara dihadiri beberapa pembicara yang usianya 80 tahun diantaranya, Guru Besar FE UI Soebroto, Anggota Dewan Penasehat SOKSI Moeryati Soedibyo, Jacob Utama Pendiri Kompas, dan Tokoh Seniwati Indonesia Titiek Puspa. (dk/akuratnews).

Penulis:

Baca Juga