Disambut Isak Tangis, Jenazah Pratu Yanuarius Loe Korban Heli MI-17 Tiba di Kupang

Kupang, Akuratnews.com - Jenazah Pratu Yanuarius Loe (Tamtama Bantuan Senjata Otomatis) korban Heli MI-17 di Papua, tiba di Lanud El Tari Kupang, Selasa (18/2) disambut dengan upacara militer. Jenazah kelahiran Desa Rinbesihat, Kecamatan Rai Manuk, Kabupaten Belu NTT ini disambut dengan upacara militer.

Isak tangis keluarga pecah tak terbendung saat jenazah Pratu Yanuarius yang dimuat di mobil ambulance milik Korem 161/Kupang tiba di pintu keluar Lanud El Tari. Di sana, keluarga meratapi jenazah Pratu Yanuarius yang diisi di sebuah peti berbalut bendera merah putih. Menurut kesepakatan keluarga almarhum Pratu Yanuarius Loe akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Seroja Atambua.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kodim 1605 Belu, terkait proses pemakaman almarhum nanti. Proses pemakaman diserahkan ke TNI untuk dilakukan secara militer yang direncanakan akan digelar Jumat (21/2) ,” kata Domi Atok, paman alamarhum Pratu Yanuarius Loe.

Lebih lanjut Domi Atok mengisahkan sebelum meninggal, Pratu Yanuarius sempat menghubungi ibunya lewat telepon. Dalam pembicaraan itu ia menyampaikan akan kembali ke rumah dalam waktu dekat. Ia meminta ibunya menjemputnya di Bandara El Tari Kupang. "Ternyata itu telepon terakhir. Kami dengar kabar dia juga ada di dalam heli MI 17 dan ditemukan sudah meninggal. Kami sangat merasa kehilangan, dia menjadi tulang punggung keluarga," ujar Dominikus Atok.

Untuk diketahui, Pratu Yanuarius tewas bersama 12 rekannya. Heli MI-17 yang ditumpangi jatuh di Pegunungan Mandala, Distrik Oskob, Pegunungan Bintang Papua pada 28 Juni 2019 lalu.

Setelah delapan bulan dilakukan pencarian, keberadaan helikopter tersebut ditemukan di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oskop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada 12 Februari 2020.

Penulis: Redaksi

Baca Juga