Disayangkan, Sikap Mas Kelana Terkesan Abaikan Parpol yang Jadi Tumpangan Maju Pilkada Sidoarjo

Wakabid Polhukam DPC PDI-P Sidoarjo, Riduan.
Wakabid Polhukam DPC PDI-P Sidoarjo, Riduan.

Sidoarjo, Akuratnews.com - Amat disayangkan, sikap bakal calon Bupati Sidoarjo 2016-2021, H. Kelana Aprilianto (Mas Kelana) terkesan lebih dekat kalangan eksternal, ketimbang pihak internal partai politik, PDI-P yang dia jadikan sebagai tumpangan untuk mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah serentak, 23 September 2020 mendatang.

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Bidang Polhukam DPC PDI-P Sidoarjo, Riduan pada Akuratnews.com, Rabu (25/3/2020).

"Saya melihat, sejak Mas Kelana memperkenalkan diri sebagai bakal calon Bupati Sidoarjo PDI-P di depan DPC dan PAC PDI-P se-Sidoarjo, bertempat di Fave Hotel Sidoarjo beberapa waktu lalu, hingga kini tidak ada tindak lanjut. Yakni, menjalin komunikasi, koordinasi serta konsolidasi dengan DPC, PAC, PR (Pengurus Ranting) dan massa partai berlambang kepala Banteng moncong putih ini secara intens. Justru, dia 'enjoy' dengan kalangan eksternal. Sikap Mas Kelana ini, sungguh saya sayangkan," ungkap aktivis Sidoarjo era 90-an ini.

Bahkan, sambung Riduan, di level kecamatan dan desa pun kalangan eksternal pendukung Mas Kelana tidak pernah mengajak komunikasi dan koordinasi dengan PAC dan PR PDI-P notabene mesin partai politik.

"Selama ini, kelompok eksternal pendukung Mas Kelana, baik di desa maupun kecamatan tidak pernah merangkul PAC dan PR PDI-P setempat saat sosialisasi Mas Kelana," ucapnya.

Ironisnya lagi, lanjut Riduan, ketika Mas Kelana diam-diam membawa kader parpol lain, dibilang bakal jadi pasangannya, menemui petinggi DPP PDI-P ke Jakarta, tanpa sepengetahuan DPC PDI-P Sidoarjo.

"Mas Kelana maju Pilkada Sidoarjo lewat PDI-P. Anehnya, dia tidak menggandeng kader PDI-P jadi pasangannya, malah memilih kader parpol lain. Terlebih, tanpa komunikasi dan koordinasi dengan pihak DPC PDI-P Sidoarjo. Saya menilai, sungguh tak patut sikap Mas Kelana ini," tandasnya.

Baca Juga