Disebut Pelakor dan Dianiaya, Wanita Hamil di Pandeglang Ini Lapor Polisi

Pandeglang, Akuratnews.com - Tindak pidana penganiyaan yang diduga dilakukan EP (30) terhadap seorang perempuan berinisial EYA terjadi di Perum Taman Alam Bareno, Pandeglang pada Kamis sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban EYA sudah melaporkan dugaan tindak penaniyaan ini ke Polres Pandeglang dengan Nomor : LP/24/I/2021/Banten/Res Pandeglang.

Sesuai laporan, kronologis dugaan tindak penganiayaan ini terjadi pada Kamis, 21 Januari 2021, sekira jam 18.30 WIB di dalam rumah pelapor yang beralamat di Perum Taman Alam Bareno I Blok K No 10 Desa Banjar Kec. Banjar Kab. Pandeglang.

Dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku terhadap pelapor dengan cara awalnya pelaku datang dengan memaki pelapor menggunakan kata-kata “DASAR LU PELAKOR, LONTE ANJING” sambil masuk kedalam kamar pelapor kemudian pelaku memukul korban dengan menggunakan kepalan tangan mengenai pundak pelapor, lalu menjambak rambut sambil mendorong pelapor ke dinding sampai korban terjatuh.

Saat pelapor berdiri, pelaku langsung menjambak rambut pelapor sambil menginjak kaki kanan pelapor. Adapun pelapor tidak melakukan perlawanan karena sedang hamil sampai akhirnya dilerai oleh Sdri Nunung.

Dengan adanya kejadian tersebut pelapor/korban mengalami luka memar pada bagian kaki kanan, dan sakit pada bagian pundak, kepala, dan kaki kiri.

Dugaan tindak penganiayaan ini dikenakan pasal 351 KUH Pidana dengan barang bukti satu lembar kwitansi VER yang dikeluarkan dari RSUD Berkah Kab. Pandeglang.

Untuk diketahui, santer beredar kabar jika kasus ini terkait nama seorang mantan petinggi Polres Pandeglang. Tindak penganiayaan ini diduga karena EYA menikah diam-diam dengan suami EP yang merupakan mantan petinggi Polres Pandeglang.

Soal laporan dugaan penganiayaan ini, Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Mochamad Nandar membenarkannya.

"Baru kita terima laporannya hari Jumat kemarin, masih menunggu disposisi pimpinan, setelah itu dilaksanakan penyelidikan," ujar Nandar saat dikonfirmasi, Minggu (24/1).

Korban sendiri dikabarkan akan mencabut laporannya ini karena sudah ada penyelesaian secara kekeluargaan dan pelaku sudah minta maaf.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga