HUT Kemerdekaan RI Ke 74

Disebut Peninggalan Belanda, Walikota Kota Langsa Larang Panjat Pinang

Panjat Pinang. (Ilustrasi)

Langsa, Akuratnews.com - Merayakan HUT RI Ke-74, sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun, warga masyarakat di Indonesia menggekar aneka lomba, termasuk lomba Panjat Pinang. Namun berbeda dengan di Kota Langsa, Aceh. Warga dilarang menggelar lomba Panjat Pinang, karena disebut warisan atau peninggalan Belanda dan tak ada nilai edukasinya.

Larangan itu dikeluarkan oleh Walikota Langsa melalui surat intruksi nomor 450/2381/2019 tentang peringatan Hari Ulang Tahun ke 74 kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 yang ditujukan kepada seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah ( OPD/SKPD ), para kepala Desa dan para pimpinan BUMN/BUMD di wilayah kota Langsa.

Pada poin keempat dalam surat intruksi itu, menyatakan alasan mengapa lomba panjat pinang dilarang, yakni karena secara historis merupakan peninggalan Belanda dan tidak ada nilai edukasinya.

Menanggapi hal itu, Salah seorang warga kota Langsa S. Mahdi mengatakan, kalau pun benar lomba panjat pinang itu peninggalan kolonial belanda dan tidak mengandung nilai edukasinya, Mahdi menyarankan agar Walikota membuat surat resmi yang menyatakan perihal tersebut, sebab warga meyakini, panjat pinang adalah pesta rakyat.

"Yang masyarakat yakini perlombaan panjat pinang itu adalah sebuah pesta rakyat yang di selenggarakan di setiap acara peringatan hari kemerdekaan Negara kita. Kenapa walikota Langsa baru sadar sekarang, sementara beliau sudah menjabat menjadi walikota Langsa selama dua periode. Hampir lebih kurang 7 tahun lebih, kenapa baru tahun ini kebijakan tersebut dikeluarkan," tanya Mahdi.

Baca Juga