Diskusi Gerak Indonesia: Konsep Polri Presisi Luar Biasa

diskusi yang digelar oleh Gerakan Rakyat Untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia) di Aula Hotel Ibis Jakarta Pusat, Rabu (22/12/2021).
diskusi yang digelar oleh Gerakan Rakyat Untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia) di Aula Hotel Ibis Jakarta Pusat, Rabu (22/12/2021).

AKURATNEWS - Kepolisian Republik Indonesia yang kini dipimpin oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo diketahui mengusung konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan).

Konsep ini dibahas dalam diskusi yang digelar oleh Gerakan Rakyat Untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia) di Aula Hotel Ibis Jakarta Pusat, Rabu (22/12/2021).

Diskusi yang mengetengahkan tema "Peran Penting Polri Sebagai Salah Satu Pilar Penegak Hukum Yang Profesional" ini menghadirkan dua nara sumber masing-masing adalah, Prof.Suparji Ahmad dan Teddy S.H,M.H.

Suparji Ahmad menjabarkan, tentang Polri yang harus mengedepankan upaya hukum keadilan restorative dan tidak lupa juga pembina berkelanjutaan anggota polri.

"Solusi untuk menjawab Polri Profesional maka harus di aktualisasikan dengan konsep Polri Presisi secara autentic, terutama mengedepan kan upaya hukum keadilan restorative dan tidak lupa juga pembina berkelanjutaan anggota polri" jelas Suparji Ahmad.

"Peran Polri salah satu pilar sebagai penegak hukum yang profesional membangun kesadaran, budaya hukum di tengah masyarakat tambah." Lanjutnya.

Sementara itu Teddy memaparkan soal konsep Presisi Polri yang harus didukung oleh lapisan masyarakat.

"Realisasi dari makna responsibilitas dan transpransi berkeadilan adalah Polri senantiasi melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat secara mudah, transparan, humanis. Masyarakat dapat berkerjasama dengan polri untuk mendukung jargon presisi yang di gagas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo", papar Teddy.

Transformasi Polri yang Presisi dalam menegakkan hukum tentu sifatnya akan terus berkelanjutan dan ini akan selalu dilakukan evaluasi demi Polri yang lebih profesional.

"Maka sebagai salah satu pilar dan garda terdepan penegakkan hukum, Polri mempunyai peran dan fungsi sebagaimana yang dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri." Imbuh Teddy.

"Setiap tindakan anggota Polri tentu saja harus mencerminkan sikap abdi Negara yang diaplikasikan dalam tugas pokok Polri sesuai dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat." Sambungnya.

Teddy menambahkan bahwa konsep Presisi Polri yang dicetuskan Kapolri sangat luar biasa.

"Hal ini konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan) yang digagas dan dipimpin oleh Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri, ini merupakan konsep transformasi Polri yang dinilai sangat luar biasa. Sehingga, sangat diyakini bahwa tidak akan ada lagi stigma hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas." Imbuh Teddy.

"Dimana konsep Polri Presisi akan mengedepankan penyelesaian permasalahan melalui upaya-upaya yang tetap menjamin rasa keadilan masyarakat dengan mengedepankan instrumen hukum progresif melalui penyelesaian dengan prinsip keadilan restoratif/restorative justice, mengutamakan fungsi pencegahan sebelum menjadikan proses hukum sebagai upaya terakhir. Dengan demikian, konsep transformasi Polri yang Presisi sebagai cerminan Undang-Undang tentang Polri yang menjadikan Polri sebagai salah satu pilar penegak hukum yang profesional." Tutupnya.***

Penulis: Alamsyah

Baca Juga