Disuruh Teman Beli Sabu, Ketua Kartar Pacar Keling Jadi Terdakwa

Terdakwa Tangguh Sutono Adi, saat mengikuti sidang secara daring, dari Rutan Medaeng.

Surabaya, Akuratnews.com - Ketua Karang Taruna (Kartar) Kelurahan Pacar Keling Surabaya, Tangguh Sutono Adi, menjadi terdakwa lantaran kedapatan memiliki Narkoba jenis sabu.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (29/9/20), terungkap bahwa terdakwa membeli sabu dari seorang pengedar bernama Budi, atas permintaan temannya yakni Aditya.

"Saya disuruh Aditya untuk membeli sabu. Katanya untuk reuni dengan temannya yang baru keluar dari lapas Porong," aku Tangguh dalam sidang yang dilakukan secara daring.

"Saya mau karena Aditya menjanjikan akan membantu saya untuk program terkait narkoba di Karang Taruna," kelit anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) tersebut.

Sabu yang dibeli terdakwa dari Budi diberikan secara langsung di pom bensin Kapas Krampung, sedangkan pembayarannya senilai 2,4 juta rupiah ditransfer ke rekening atas nama Lina.

Sementara itu, saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya terkait keterangan dalam BAP, bahwa ia sudah 10 kali membeli sabu dari Budi, Tangguh membantahnya.

Demikian juga ketika Majelis Hakim menyinggung keterangan di BAP yang menyebutkan, terdakwa menggunakan sabu sejak 3 tahun terakhir, iapun membantah.

"Yang betul baru 1 kali saya membeli, saya terpaksa mengaku 10 kali karena diancam, dan menandatangani BAP itu juga karena takut," terangnya.

Atas keterangan tersebut Majelis Hakim geram dan meminta JPU untuk menghadirkan saksi verbal dari penyidik.

Selain meminta keterangan terdakwa, dalam persidangan tersebut turut dihadirkan 2 orang saksi yakni Bonny,selaku mantan ketua KIM dan Riska yang merupakan ketua Karang Taruna Kecamatan Tambaksari.

Keduanya menjelaskan terkait keterlibatan terdakwa dalam organisasi KIM dan Kartar.

"Selain sebagai ketua Kartar Pacar Keling, Tangguh juga berperan sebagai ketua bidang pemberdayaan perempuan, anak, dan NAPZA (Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif) di Kartar Kecamatan Tambaksari," terang Riska.

Perlu diketahui dalam surat dakwaan, terdakwa ditangkap pada 5 Maret 2020 lalu di daerah Kebonsari, saat akan menyerahkan sabu kepada Aditya. Dari tangan terdakwa ditemukan 2 klip sabu seberat 1,13 gram dan 1,06 gram.

Atas perbuatannya, JPU Oki Muji Astuti dan Rakhmawati Utami mendakwanya dengan Pasal 114 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis:

Baca Juga