Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap 5 Orang Komplotan Pencuri Truk

Konferensi Pers pencurian Mobil Truk, (foto: Eddy Suroso/Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya membekuk lima orang pelaku pencurian kendaraan truk. Kelima pelaku pencurian truk tersebut berinisial SR, D, AU, AK dan AH. Mereka adalah anggota kawanan pelaku pencurian truk, sekaligus penadahnya dari Jakarta dan Sukabumi.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng mengatakan, kasus ini bermula saat salah satu tersangka yakni SR yang berprofesi sebagai sopir taksi menemukan kunci mobil truk berlogo Mitsubishi yang jatuh di wilayah Ciracas, Jakarta Timur.

Dari temuan kunci itu, SR lalu mencoba kunci itu ke sejumlah mobil truk yang diparkir tak jauh dari kunci kendaraan ditemukan di Ciracas, Jakarta Timur. Dengan kunci temuan itu, SR berhasil mendapati truk yang tepat dengan kunci kendaraan yang ditemukannya. Setelah dapat membuka kunci, SR membawa kabur truk tersebut.

"Kemudian tersangka SR mencuri Truk tersebut dan dijual ke daerah Sukabumi Jawa barat dengan harga 23 Juta Kepada tersangka D. Tanpa surat - surat lengkap." Kata Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng , di Polda Metro Jaya, Selasa (12/11/2019).

Dalam penangkapan tersebut, Jajaran kepolisian Polda Metro Jaya berhasil menyita satu unit truk Mitsubishi F 8927 WA yang merupakan hasil curian dari tersangka. Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit mobil taksi yang dipakai satu pelaku untuk menjual truk hasil curian.

Dari pengakuan tersangka D, dia berniat untuk menjual mobil truk itu di daerah Sukabumi. Namun, ternyata tidak mendapat orang yang mau membeli truk tersebut. Sehingga tersangka D ini minta tolong untuk mencarikan pembeli kepada tersangka AU dan AK.

Dari upaya AU dan AK, tambah Gede, didapatlah calon pembeli truk warga Jakarta.

"Sehingga AU dan AK yang ada di Jakarta meminta tolong kepada tersangka AH untuk mengambil truk itu ke Sukabumi dan dibawa ke Jakarta," terang Gede.

Karenanya, kata Gede, AH berangkat ke Sukabumi menggunakan taksi, yang di sewa. Taksi itu kini dijadikan barang bukti aksi kejahatan.

"Dengan menggunakan taksi itu AH sampai ke Sukabumi dan bertemu D. AH lalu membawa truk ke Jakarta untuk dipertemukan kepada calon pembeli. Harga yang disepakati calon pembeli dengan D adalah seharga Rp 25 juta," kata Gede.

Pada saat hendak terjadi transaksi jual beli truk di Jakarta kata Gede, tersangka AH langsung dilakukan penangkapan dan diamankan petugas ke Polda Metro Jaya.

"Selanjutnya, diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Gede.

Kepada para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan Pasal 480 KUHP tentang penadahan serta pasal pertolongan jahat. "Dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," tutup Gede.

Penulis: Edi Suroso
Editor:Redaksi

Baca Juga