Dituding Bobrok, Disdagperinaker Aceh Tenggara Mengaku Sudah Jalankan Fungsinya

Aceh Tenggara, Akuratnews.com - Mengaku terlibat dalam satuan tugas (Satgas) pengawasan LPG bersubsidi 3 kg kepada Media, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sangkar, membongkar bobroknya Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga kerja (Disdagperinaker) Aceh Tenggara.

Hal tersebut diungkapkan Rudi Tarigan selaku ketua LSM Sangkar Aceh Tenggara kepada Media, yang menyatakan terdapat oknum tertentu yang mengangkangi kebijakan regulasi dan aturan hak kunsumen.

"Lembaga Kami (Sangkar) terlibat saya ikut andil disitu. Semua celah dan kebobrokan dikangkangi oknum tertentu," terang Rudi.

Kabid Konsumen Disdagprinaker Abdul Khalid selaku ketua Satgas Pengawasan LPG bersubsidi saat dikonfirmasi dikantornya, Jum'at (12/6/2020) menyatakan bahwa pihaknya sudah menjalankan fungsinya sesuai Permen ESDM RI No. 20 tahun 2009 dengan tepat sasaran.

"Tudingan yang disebutkan oleh lembaga (Sangkar) tersebut tidak benar, seperti dalam pemberitaan dan ini terkesan kami memanfaatkam mereka untuk mengambil keuntungan pribadi," Ungkap Abdul Khalid.

Selain menggandeng pihak swasta (LSM) Disdagperinaker juga melibatkan TNI-Polri dan jajaran samping lainnya dalam melakukan pendistribusian." Disini kami juga melibatkan Polres (Aceh Tenggara) Kodim 0108 dan Satpol PP," tambahnya.

Disinggung razia terhadap beberapa pedagang yang tidak memiliki izin pendistribusian, Khalid membenarkan dan telah menindak 34 pedagang.

"Kami telah melakukan razia terhadap pedagang yang tidak mengantongi izin maupun menjual dengan harga diatas HET, saat ini ada 34 pedagang ditindak dan mengamankan 983 tabung LPG," tambah Khalid lebih lanjut.

Terjadinya kelangkaan LPG 3 kg terutamanya daerah plosok, Khalid mengakui karena tidak Agen penyalur dan lebih banyak di wilayah yang mudah terjangkau.

"Memang Agen yang dipelosok tidak ada dan banyak tersebar diwilayah yang mudah terjangkau. Namun bila ada permainan harga disana, akan kami tindak dan mencabut izinnya," pungkas Khalid.

Sementara Erlista br Sebayang Agen distribusi LPG di Desa Natam Baru Kec. Badar  yang terzaring razia menyadari bahwa telah menyalahi aturan yang berlaku." Kami telah melakukan kesalahan," ucapnya berharap LPG nya dikembalikan.

Dalam surat keputusan (SKEP) Bupati Aceh Tenggara Nomor: 500/253/2020 diwilayah tersebut LPG 3 kg harga eceran tertinggi (HET) Rp 19.000.

Penulis: Albasyah

Baca Juga