Dituding Fitnah, Eggi Sudjana Dilaporkan

Jakarta, Akuratnews.com - PT Citra Pembina Sukses JO (CPS JO) yang merupakan bagian dari Ciputra Grup mengaku sangat kecewa dengan PT. MTC (Matahari Terang Cemerlang) yang menjadi rekanannya dalam pembangunan proyek Office Tower Citra di Kemayoran, Jakarta Utara.

Kekecewaan PT CPS JO itu lantatan tudingan PT MTC yang dipandang memfitnah pihaknya.

Kuasa hukum PT CPS JO, Sehat Damanik dari kantor hukum Harris Sarana & Partner menjelaskan, pada 2017, PT. CPS JO menunjuk PT. MTC untuk mengerjakan proyek MEP (Mechanical Electrical and Plumbing) dengan nilai kontrak Rp.146.999.000.000.

Sayangnya, PT MTC tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan jadwal kerja yang disepakati dalam perjanjian. Bukan itu saja, perusahaan tersebut juga tidak memenuhi standariasi pekerja yang diinginkan PT CPS JO.

"Mereka tidak menempatkan Project Manager dan Site Manager di lokasi proyek, pekerja tidak diikutsertakan dalam program BPJS, adanya ketidak sesuaian terhadap material yang dikirimkan dengan yang seharusnya dan melakukan pelanggaran pelaksanaan pekerjaan.

“Masalah sebenarnya dari proyek pembangunan Office Tower kami di Kemayoran ini adalah karena mereka tidak bisa menuntaskan pekerjaan sesuai dengan yang disepakati bersama dalam perjanjian. Ternyata pekerjaan tidak berjalan sesuai dengan kontrak. Pekerja PT. MTC tidak di daftarkan BPJS, kualitas produk yang dipasang tidak sesuai spek yang disepakati. Ini kan tidak baik,” terang Sehat Damanik usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Senin (21/9).

“Mereka somasi kami dan kami sudah balas sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Mereka ganti lawyer dan somasi lagi hal yang sama, lalu kami balas lagi untuk menjelaskan. Tapi kenapa mereka menjelekkan nama baik kami ke media massa? Ini yang sangat kami sesalkan. Karena itulah kami membuat laporan ini ke Polda Metro Jaya, agar semuanya jelas dan clear,” sambung Sehat.

Kliennya sendiri, lanjut Sahat sudah melakukan tiga kali teguran kepada PT. MTC sesuai dengan mekanisme yang ada.

"Bahkan sebelumnya klien kami sudah mengirimkan beberapa kali surat untuk mengingatkan mereka. Namun karena tidak ada perbaikan, akhirnya PT CPS JO melakukan pemutusan kontrak guna menghindari kerugian yang lebih besar.

“Setelah mereka (PT. MTC) menerima pemutusan kontrak CPS JO, akhirnya kedua pihak sepakat menunjuk konsultan untuk melakukan penghitungan hasil progress kerjaan PT. MTC selama ini dan hasilnya penghitungan konsultan tersebut baru mencapai 0.34 persen atau senilai Rp.454.887.706. Hasil Mapping opname sudah ditandatangani oleh pihak PT. MTC. Mereka juga sudah menerima DP senilai sekitar Rp.1.369.274.000,- dari CPS JO,” terang Sehat lagi.

Yang disayangkan, PT MTC melalui Kuasa hukumnya Eggi Sudjana menggelar konferensi pers dengan sejumlah media di depan gedung Ciputra World, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/9).

Dalam keterangannya, kata Sahat lagi, di depan media, mereka mengatakan, kliennya telah melakukan wanprestasi dan merugikan karena memutus kontrak kerja dengan PT. MTC.

Lalu di somasi terakhir Eggi Sujana juga mengatakan pengacara pihak PT. CPS JO diduga melakukan pemalsuan data.

"Ini tentu sangat tidak benar. Mereka bilang kami memalsukan data. Perusahaan kami wanprestasi dan merugikan mereka serta memutus kontrak sepihak. Inikan nggak benar. Karena itulah kami melaporkan Pihak PT.MTC sekaligus kuasa hukumnya Eggi Sudjana ke Polda Metro Jaya atas dugaan melakukan tindak pidana fitnah dan atau Pencemaran Nama Baik sebagaimana diatur dalam dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, khususnya Pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (3) juncto pasal 36 Juncto pasal 51 Juncto pasal 310 dan 311 KUHP," tegas Sehat.

Penulis: Rianz
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga