Dituding Hamburkan Uang, Begini Penjelasan Kades Sruni Saiful Imaduddin

Kades Sruni, Saiful Imaduddin (kiri) bersama kades lainnya dalam sebuah kesempatan. (foto: Istimewa/Akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Selama dua periode, Saiful Imaduddin menjabat Kepala Desa (Kades) Sruni, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo dinilai desa ini berubah dan berkembang.

Namun, di balik perubahan dan perkembangan Sruni di bawah kendali Kades Saiful itu, dituding uang desa yang dihamburkan cukup fantastis.

Tak heran, lengser tahun ini, Saiful masih berambisi mencalonkan lagi pada Pilkades serentak se-Sidoarjo, April 2020 mendatang. Belakangan, dia jadi gunjingan sebagian masyarakat setempat. Masih layakkah dia?

Keterangan sejumlah narasumber yang berhasil dihimpun Akuratnews.com, 2016 dan 2017, Pemerintah Desa (Pemdes) Sruni merealisasikan proyek pengaspalan jalan dan perbaikan drainase di lingkungan RW yang menguras uang desa Rp1 miliar, pertama Rp400 juta dan kedua Rp600 juta. Selanjutnya, 2018, proyek pembangunan gedung Polindes dan kantor Bumdes yang menelan uang desa Rp300-an juta.

Ketiga proyek kegiatan konstruksi itu, Pemdes Sruni disinyalir tidak melibatkan warga setempat (padat karya) sesuai amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Justru, lebih memilih pihak ketiga, yakni rekanan (kontraktor) yang mengerjakan proyek itu, dengan sistem penunjukan langsung, tanpa melalui tender, padahal besar dana yang digunakan setiap proyek besarannya diatas Rp200 juta. Terlebih, rekanan yang ditunjuk selaku pelaksananya adalah satu orang yang sama, meski diketahui, dia menggunakan bendera berbeda.

Diduga kuat, ketika pelaksanaan proyek pembangunan gedung Polindes dan kantor Bumdes yang dianggarkan Rp300-an juta, ternyata dana riilnya tak sampai Rp300-an juta.

Nah, kelebihan dana itu sempat jadi polemik, dipersoalkan sebagian anggota BPD, karena ditemukan adanya dugaan penyimpangan. Mereka pun enggan menandatangani laporan pertanggungjawaban kades.

Entah, benar atau tidak, persoalan ini berlanjut ke Inspektorat Kabupaten dan Kejaksaan Negeri Sidoarjo, wallahualam bissawab.

Menanggapi hal tersebut, Kades Saiful Imaduddin pada Akuratnews.com, Minggu (25/8/2019), mengemukakan, dia menjalankan tugas sebagai Kades Sruni sesuai aturan, termasuk realisasi semua pembangunan dibahas lewat musyawarah desa (musdes) dan perencanaan anggaran desa disepakati bersama BPD.

"Saya bekerja sesuai dengan aturan, semua pembangunan diputuskan melalui musdes dan perencanaan anggaran diputuskan bersama BPD," ujarnya.

Apabila, sambung Saiful, ada berita yang terkesan memojokkan dirinya, dia meyakini tak bakal berpengaruh terhadap masyarakat Desa Sruni secara keseluruhan.

"Jika masih ada persepsi seperti itu, saya yakin masyarakat Desa Sruni sudah pandai, bisa memilah mana berita yang benar dan mana berita yang sifatnya menjatuhkan dan fitnah. Saya bekerja atas aspirasi mayoritas masyarakat desa Sruni tidak atas nama segelintir orang atau golongan," tandasnya.*

Penulis: Wachid Yulianto
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga