Divonis 7 Tahun, Pendukung Terdakwa Pemerkosaan Santriwati Mengamuk di Ruang Sidang

Istri terdakwa Subchi, Erlian Rinda, saat di ruang sidang

AKURATNEWS - Puluhan pendukung Muhammad Subchi Azal Tsani (47), terdakwa pemerkosaan terhadap santriwati Ponpes Siddiqiyyah Jombang, mengamuk di ruang sidang, usai majelis hakim memvonisnya selama 7 tahun penjara, Kamis (17/11/22).

Suasana berbeda terlihat di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, sejak pagi hari. Ratusan massa yang menggunakan pakaian serba hitam dan ikat kepala merah bertuliskan PCTA Indonesia, berunjukrasa dan melantunkan doa - doa serta berpuisi di depan Pengadilan yang ada di jalan Arjuno tersebut.

Tampak pula beberapa orang yang membakar dupa dan kemenyan. Mereka juga membawa burung merpati putih, yang dikurung dalam sangkar kayu.

Para pendukung putra mahkota pendiri Pondok pesantren Siddiqiyyah Jombang itu, tengah menunggu keputusan majelis hakim yang menyidangkan Subchi atas kasus pemerkosaan.

Usai vonis hakim, yang memutuskan Subechi bersalah melakukan tindak pidana tercela, tentang persetubuhan dengan orang lain yang bukan istrinya, sebagaimana diatur dalam Pasal 289 KUHP, puluhan pendukungnya yang berada di dalam ruang sidang sontak mengamuk.

Mereka menuding keputusan hakim tidak adil dan kasus tersebut adalah rekayasa." Hakim tidak adil, publik sudah menunggu dan butuh keadilan. Ini kasus rekayasa, " teriak para pendukung Subchi.

Istri terdakwa Subchi, Erlian Rinda yang akrab disapa Durrotun Mahsunnah, yang juga berada di tengah kerumunan para pendukung, turu meneriakkan hal yang sama. Erlian bahkan menyatakan hakim yang memvonis suaminya telah berbuat dzolim.

"Ini hakim sudah dzolim, kasus ini direkayasa oleh jin tomang. " Ujarnya histeris.

Melihat suasana ruang sidang sudah tidak kondusif, hakim langsung menutup persidangan tanpa menanyakan sikap dari Penasihat Hukum terdakwa danJaksa Penuntut Umum.

Ditemui usai persidangan, penasihat hukum terdakwa, I Gede Pasek Suardika mengatakan, dirinya akan perkordinasi dengan keluarga Subchi terkait apa langkah hukum berikutnya.

“Nantilah, kami akan berkordinasi dengan pihak keluarga, kita tunggu 7 hari mendatang,"  jawabnya singkat, sambil berjalan meninggalkan para awak media.

Penulis:

Baca Juga