DKRTH Surabaya Minta Warga Segera Lapor Bila Temukan Ini

Foto : Anna Fajriatin, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya

Surabaya, Akuratnews.com - Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, mewanti-wanti adanya sampah besar di tempat pembuangan sementara (TPS) yang dibuang oleh pihak hotel, mall, apartemen, restoran, pasar modern dan sebagainya.

Anna Fajriatin, Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKRTH Surabaya mengharapkan peran aktif warga Surabaya, dalam pengawasan TPS di masing-masing wilayah. Terutama TPS yang dekat dengan hotel, mall, apartemen, restoran, pasar modern dan sebagainya.

"Ini saya harapkan kepada semuanya, kalau ada yang melihat trash bag hitam besar, bisa hubungi DKRTH. Agar dari pihak yustisi dan pihak retribusi akan menyisir pelakunya, hingga akhirnya bisa masuk PAD," ujarnya, pada Rabu (22/9/2021).

Anna Fajriatin khawatir, jika Kota Surabaya yang sudah tertata rapi, akan menjadi tak sedap dipandang maupun adanya bau sampah. Ia memberikan contoh kasus yang terjadi di TPS Jl. Kayoon minggu lalu.

Bahwasannya tumpukan sampah itu dibuat oleh vendor, yang menjadi pihak yang bekerjasama dengan hotel dan sudah menjalin MoU. Sehingga, pokok permasalahannya hotel tidak tahu jika vendor ini membuang sampah di TPS.

"Jadi perilaku vendor selama 8 tahun ini, kita akan lakukan evaluasi terkait vendornya jadi kasus yang menyeruak itu, kami ucapkan syukur, agar pihak hotel maupun lainnya lebih berhati-hati," ujarnya mewanti-wanti.

Saran Anna Fajriatin, supaya pihak hotel memonitor dan menekan kinerja vendor masing-masing, yang sudah terikat perjanjian antara pihak Hotel dan Vendornya. Agar berkerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Kota Surabaya ini.

Ia juga menolak, kalau pihak DKRTH sebagai penunjuk vendor bagi pihak hotel maupun lainnya. "Nanti kita yang salah juga, nanti dikira kami mengarahkan dan kami tidak punya hak sebetulnya. Dan secara pararel, sudah kita ingatkan pihak hotel maupun lainnya dengan berkirim surat untuk tidak lagi melakukan hal yang sama," pungkasnya.

Penulis: Arga

Baca Juga