oleh

Dolar AS Melemah, Bukan Karena Rupiah

Dolar AS terus melemah, tertekan oleh ekspektasi pasar yang kian berkembang bahwa Federal Reserve akan memperlambat atau menghentikan siklus kenaikan suku bunganya.

Data CNBC pada akhir sesi perdagangan Senin memperlihatkan indeks dolar AS berakhir turun 0,53 persen di 95,67. Pada sesi awal pekan tersebut, euro dan safe haven franc Swiss bertindak sebagai pemimpin penguatan terhadap greenback di antara para pesaing dolar AS lainnya.

Bahkan setelah data pekerjaan AS yang kuat untuk bulan Desember, para pengamat pasar tetap yakin bahwa ekonomi terbesar di dunia itu mulai kehilangan momentum.

Komentar baru-baru ini dari Ketua The Fed Jerome Powell telah mengungkit ekpektasi dan spekulasi pasar bahwa bank sentral AS dapat mengadopsi pandangan yang lebih berhati-hati.

Pada hari Jumat (4/1), Powell mengatakan kepada American Economic Association bahwa The Fed tidak berada pada jalur kenaikan suku bunga yang telah ditetapkan sebelumnya dan bank itu akan peka terhadap risiko penurunan harga yang sudah diperkirakan dan diantisipasi oleh pasar.

Shaun Osborne, kepala analis forex di Scotiabank di Toronto, menjelaskan bahwa komentar Powell yang menyebut bahwa para pembuat kebijakan The Fed bersikap fleksibel dan “mendengarkan pasar keuangan dengan cermat” membantu mendukung impresi bahwa siklus pengetatan bank sentral AS itu mungkin melambat atau berhenti dalam beberapa bulan mendatang.

Dia menambahkan bahwa perdagangan berjangka suku bunga The Fed pada hari Senin mengindikasikan adanya risiko kecil penurunan suku bunga selama tahun mendatang, dengan sekitar delapan basis poin pelonggaran (penurunan) suku bunga tersirat dalam rentang Januari 2019-Januari 2020.

Pasar uang membuang prospek kenaikan suku bunga AS di tahun ini dan bahkan menilai ada peluang kecil terjadinya penurunan suku bunga pada tahun 2020. Sebelumnya The Fed telah menaikkan suku bunga empat kali pada tahun 2018.

Perubahan ekspektasi pasar atas kenaikan suku bunga AS segera mendorong euro, yang berakhir naik 0,63 persen menjadi $1,1475. Franc Swiss pun berakhir naik tajam terhadap dolar AS dengan pasangan USDCHF turun 0,69 persen menjadi 0,9793 franc.

Pada tahun lalu, dolar AS berhasil mengungguli mata uang lain karena The Fed menjadi satu-satunya bank sentral utama yang bergerak pada jalur kenaikan suku bunga. Jika suku bunga federal AS tetap ditahan pada tahun ini, mata uang lain seperti euro mungkin bakal diuntungkan.

Pasar keuangan juga optimistis terhadap pertemuan para pejabat AS dan mitra mereka di Beijing yang dimulai sejak kemarin, sebuah pembicaraan tatap muka pertama sejak Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bersepakat pada 1 Desember untuk melakukan “gencatan senjata” pada perang dagang di antara kedua negara selama 90 hari.

Komentar

News Feed