Pasar Uang

Dolar AS Melonjak, Investor Abaikan Data Perlambatan Ekonomi

Jakarta, Akuratnews.com  - Dolar AS melonjak terhadap para pesaingnya pada perdagangan di hari Kamis (28/03). Para investor nampak mengabaikan data yang menunjukkan terjadinya perlambatan ekonomi AS. Penguatan makin menjadi-jadi setelah Poundsterling anjlok. Indeks dolar AS naik 0,352% menjadi 96,805.

Produk domestik bruto AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 2,2% pada periode Oktober-Desember, Departemen Perdagangan mengatakan pada Kamis. Ekonom mengharapkan tingkat pertumbuhan adalah 2,4%.

Para anggota legeslatif Inggris akan memberikan suara kembali terkait usulan kesepakatan Brexit yang diajukan Perdana Menteri Theresa May, setelah pemungutan kemarin gagal untuk memecahkan kebuntuan saat ini.

Perdana Menteri Theresa May akan meminta anggota parlemen Inggris pada hari Jumat untuk memberikan suara pada satu bagian dari perjanjian Brexit, Perjanjian Penarikan, yang menetapkan ketentuan kepergian Inggris dari Uni Eropa selama periode transisi, tanggal Inggris meninggalkan Uni Eropa hingga akhir 2020.

Uni Eropa mengatakan hanya akan memberikan penundaan Brexit hingga 22 Mei jika anggota parlemen mendukung kesepakatan. Jika gagal, Brexit hanya akan ditunda hingga 12 April.

May bertaruh bahwa kelompok garis keras Brexit di partainya dapat melakukan pemanasan dengan ide yang mendukung kesepakatan tersebut, untuk mendapatkan suara dalam fase berikutnya dari negosiasi Brexit. Perdana menteri Inggris itu mengatakan kemarin bahwa dia akan mundur jika kesepakatannya disetujui.

Perjanjian Penarikan, bagaimanapun, tidak mungkin untuk mendapatkan dukungan yang cukup karena Partai Unionis Demokrat, yang menopang pemerintahan koalisi PM May, mengatakan akan memilih menentang Perjanjian Penarikan karena termasuk backstop Irlandia. Jika Kesepakatan Penarikan ditolak, skenario Brexit lain bakal bermunculan, termasuk referendum baru, mencabut Pasal 50, Brexit tanpa-kesepakatan, dan pemilihan umum.

Deklarasi Politik, bagian lain dari perjanjian Brexit, termasuk pula pada ketentuan hubungan Inggris di masa depan dengan Uni Eropa setelah Brexit, tetapi tidak akan diajukan di dalam pemungutan suara.

GBPUSD berakhir turun 1,15% di $1,3039 dan EURUSD ditutup turun 0,18% menjadi $1,1225. Sementara itu kemarin, USDJPY berakhir naik 0,13% menjadi ¥110,63 karena kenaikan imbal hasil Treasury membantu mengubah sentimen positif pada aset berisiko, mengurangi permintaan untuk safe haven yen. (HQM)

Penulis: Lukman Haqeem

Baca Juga