Bursa Saham

Dolar Tertekan, Bursa Saham Defensif

Jakarta, Akuratnews.com - Bursa saham AS berfluktuasi dalam perdagangan hari Senin (22/04) untuk mempertahankan diri agar tetap berada di wilayah positif. Sikap defensif bursa terjadi ditengah terkoreksinya Dolar AS.

Para investor menghadapi minggu besar dengan sejumlah laporan pendapatan kuartalan emiten. Sejumlah data ekonomi akan hadir paska liburan akhir pekan panjang, terutama data PDB yang akan diumumkan pada akhir pekan ini. Mereka memantau lonjakan harga minyak mentah, setelah AS mengatakan akan mengakhiri keringanan bagi negara-negara pengimpor minyak Iran.

Indek Dow Jones turun 0,2%, sedangkan indek  S&P 500 datar dan indek Nasdaq naik 7 poin ke 8.005. Sekurangnya 15%  emiten bursa S&P 500 yang telah melaporkan pendapatannya, dimana 78% dari mereka merilis pendapatan yang lebih baik dari perkiraan.

Pada perdagangan di bursa Asia, Indek Nikkei Jepang naik tipis dengan naik 0,1%. Mitsubishi UFJ Financial Group berkinerja buruk pada laporan pendapatannya sehingga memicu aksi jual yang membebani indek saham. Para investor cenderung tetap defensif karena berhati-hati sebelum liburan 10 hari di Jepang mulai akhir pekan ini.

Perlu diingat bahwa bursa saham Tokyo telah naik sebesar 5% sepanjang bulan ini, didorong data ekonomi China yang kuat. Pasar menilai ini sebagai pertanda yang baik bagi prospek pendapatan sejumlah emiten, khususnya yang berorientasi ekspor.

Disisi lain, Nikkei telah mencapai level tertinggi dalam 4-1 / 2 bulan pada perdagangan bulan ini. Secara teknis, hal yang wajar bila pasar akan melakukan koreksi teknikal dimana investor membukukan keuntungan sementara untuk kemudian melakukan konsolidasi dan mengejar kenaikan yang lebih tinggi.

Paska liburan paskah, bursa saham Seoul masih lesu, cenderung tertekan ke wilayah negatif. Won tergelincir terhadap Dolar AS. Dipengaruhi oleh nilai ekspor dibulan April ini yang menyusut 8,7 % dari posisi tahun sebelumnya, sementara impor menyusut 1,2 % selama periode yang sama, sehingga menyebabkan mata uangnya melemah. Para investor asing banyak yang melepaskan posisi mereka memasuki libur panjang paskah.

Pada perdagangan mata uang, Euro melanjutkan kenaikannya meski lambat. EURUSD mencapai puncak di 1,1261 dengan mencoba membukukan kenaikan untuk kedua hari berturut-turut. Penguatan ini masih lebih rendah dari capaian di perdagangan akhir pekan lalu ketika diperdagangkan didekat 1,1300 sebelum jatuh tajam menyusul data ekonomi zona euro yang lebih lemah dari perkiraan minggu lalu.

Dorongan Euro berasal dari terkoreksinya Dolar AS itu sendiri, disaat sejumlah bursa di Eropa masih tutup sementara bursa saham AS membukukan penutupan yang beragam. Data ekonomi dari AS tidak berdampak banyak dimana indek dolar turun 0,10% ke 97,25.

Pasar lebih menantikan data ekonomi Eropa itu sendiri, dimana pada hari Rabu ini akan dilaporkan hasil kajian IFO Jerman. Selain itu juga dari AS pada hari Jumat, akan dirilis data PDB Q1.  Pembicaraan dagang AS dan China akan terus berlanjut.

Poundsterling Inggris turun menuju penutupan terendah sejak pertengahan Februari. Secara teknis, GBPUSD akan mencoba untuk menembus level bawah di 1,2960 yang tercipta pada Maret lalu. Saat ini dikisaran 1,2973, yang merupakan level terendah sejak Maret. GBPUSD mencoba menguat kembali.

Aussie bertahan dengan sentimen yang di kisaran wilayah 0,7140-35. Tekanan jual Aussie terjadi setelah mata uang ini gagal menembus batas resistensi 0,7200 dan memperpanjang penurunan dari posisi di garis perdagangan selama 200-hari.  Aussie masih akan tertekan dan tampaknya tak terpengaruh oleh mundurnya dolar AS dari puncak multi-minggu, meskipun optimisme terbaru atas kemungkinan kesepakatan perdagangan AS dan Cina mungkin membatasi penurunan tajam ini.

Para investor menahan diri di tengah kondisi likuiditas yang relatif tipis, yang mungkin akan melanjutkan menuju level yang lebih rendah. Australia akan merilis data CPI pada hari rabu untuk perkiraan 0,2%, lebih rendah dari angka CPI sebelumnya 0,5%.

Yen Jepang stabil, dimana perdagangan USDJPY, satu dolar dibeli pada 112,00 Yen. USDJPY  tampaknya merespon data optimis baru-baru ini dan kinerja positif oleh bursa saham AS untuk menyenangkan pembeli menjelang perdagangan yanag akan sepenuhnya berlangsung mulai hari ini dan seterusnya. Area 112,15 - 20 membatasi kenaikan pasangan ini sejak 05 Maret. Brexit dan pembicaraan perdagangan AS - Cina, juga sentiment dari Korea Utara dan Iran, akan mengarahkan pergerakan jangka pendek USDJPY. Hari ini Jepang akan merilis data CPI inti pada jam 12.00 WIB.

Pada perdagangan komoditi, harga emas menguat kembali dari posisi terendah selama lebih dari empat bulan terakhir. Dorongan kenaikan terpengaruh hasil perdagangan komoditi, dimana harga minyak mentah mengalami kenaikan. Disisi lain, dorongan semakin kuat setelah Indek Dolar AS juga turun dibantu beberapa pelemahan yang terjadi di bursa saham yang membebani permintaan untuk aset berisiko. Alhasil memberikan dukungan untuk emas sebagai aset safe-haven. (HQM)

Penulis: Lukman Haqeem

Baca Juga