Dompet Dhuafa Siap Distribusikan 30.000 Hewan Kurban

Salah satu 'Saung Ternak Kahadean' Kampoeng Ternak Nusantara (KTN) Dompet Dhuafa di Desa Cikondang, Cibeber, Cianjur.

Cianjur, Akuratnews.com - Menjelang hari raya Idul Adha 1440 Hijriyah, lembaga Filantropi Islam Dompet Dhuafa menargetkan 30.000 ekor hewan kurban untuk didistribusikan di seluruh Indonesia melalui program 'Sociotrip Tebar Hewan Kurban'.

“Tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan kurban sebanyak 30.000 ekor dan pendistribusiannya menjangkau 34 Provinsi di Indonesia," kata GM Marketing Communication Dompet Dhuafa, Etika Setiawati di Cianjur, Rabu (10/7/2019).

Dompet Dhuafa juga berinisiatif mendistribusikan hewan kurban ke wilayah terdampak bencana seperti Palu, Lombok, Banten, Samarinda dan Konawe.

"Selain itu, Dompet Dhuafa mendistribusikan hewan kurban ke tujuh negara seperti Timor Leste, Filipina, Myanmar, Vietnam, Palestine, Thailand dan Bangladesh," terang Etika.

Ia juga mengajak agar masyarakat berkurban melalui lembaga memiliki nilai istimewa. Nilai utama bekurban melalui lembaga yaitu kesehatan ternak terjaga, mutu dan kualitas teruji, daging-daging kurban tersalurkan secara tepat, sesuai tujuannya hingga menumbuhkan perekonomian para peternak kecil yang telah menjadi mitra THK Dompet Dhuafa.

"Pengadaan hewan kurban telah memenuhi standar dan mutu kualitas, termasuk juga kesehatan hewan kurban yang terseleksi oleh tim quality control (QC)," ujarnya.

Pada pelaksanaannya, Dompet Dhuafa memiliki program Kampoeng Ternak Nusantara (KTN) sebagai upaya lembaga untuk memasarkan hewan ternak dari para peternak lokal.

"Melalui pendekatan pemberdayaan peternak lokal yang mandiri dan sudah melewati tahapan seleksi. Kemudian para peternak dapat memastikan kualitas hewan kurbannya Iantaran ada pendampingan oleh tim program dompet dhuafa," terangnya.

Dari segi ekonomi, program KTN untuk meningkatkan kesejahteraan peternak serta membangun jaringan peternakan rakyat. Menyelenggarakan bisnis peternakan dan turunannya untuk menghadirkan keuntungan, pertumbuhan berkesinambungan dan berkah bagi peternak dhuafa.

"Sehingga mereka dan keluarganya dapat menikmati hasilnya, yaitu terwujudnya kemandirian melalui penyelenggaraan bisnis peternakan dan turunannya yang menguntungkan," ungkapnya.

Imam menerangkan, setiap tahunnya THK menjadi program puncak atau panen bagi peternak pemberdayaan tersebut. Kepastian pasar mereka dapatkan melalui THK Dompet Dhuafa, termasuk menjadi garda depan penyebaran hewan kurban ke seluruh pelosok Indonesia. Dengan tujuan agar daging kurban terasa merata manfaatnya dan tidak menumpuk di kota-kota besar saja.

Penulis: Yandi Permana
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga