Dosen IPB Otak Perakit Bom Molotov Disegerakan Naik Sidang

Jakarta, Akuratnews.com - Penyidik Polda Metro Jaya tengah mempercepat berkas perkara kasus tersangka dosen IPB, Abdul Basith bersama delapan rekannya agar segera disidangkan di meja hijau.

"Jadi yang bersangkutan dengan sembilan orang temannya sudah di tahan dan akan segara disidik dan kalau sudah selesai segera di kirim ke kejaksaan," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (3/10).

Untuk diketahui, Abdul Basith yang juga dosen IPB dan sembilan rekannya terkait kasus perakitan 28 bom. Diduga bom tersebut akan diledakkan saat aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI pada Sabtu, 28 September lalu.

"Tak hanya itu, penyidik juga sudah mengantongi hasil pertemuan para tersangka prihal rencana meledakkan bom molotov tersebut. Hal tersebut dinilai sebagai bukti kuat bahwa kasus para tersangka memang pantas dipercepat untuk disidangkan," imbuh Argo Yuwono.

Dari hasil pemeriksaan, peran dosen IPB ini merupakan otak di balik pembuatan bom molotov tersebut.

"Para perakit bom itu, didatangkan langsung dari Papua dan Ambon. Perakit diduga merupakan ahli dalam membuat bom. Bahkan operasional perakit langsung didanai terasangka AB," terang Argo.

Argo melanjutkan, Abdul Basith yang ditangkap di kawasan Tangerang, Sabtu 28 September lalu berperan sebagai penyimpan bom molotov. Saat diamankan di kediamannya di kawasan Tangerang, Abdul terbukti menyimpan 28 bom molotov.

Kini dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) dan sembilan tersangka lainnya ditahan di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya.

Sembilan tersangka tersebut adalah S, OS, JAF, AL, NAD, SAM, YF, ALI, dan FEB. Para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal, di antaranya adalah Pasal 169 KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Penulis: Suroso
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga