DPC Peradi Surabaya Minta Polisi Proses Kasus Penganiayaan Advokat di Apartemen Purimas

AKURATNEWS - DPC Peradi Surabaya meminta perlindungan hukum, kepada Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, atas tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh DVT, seorang warga sekitar Apartemen Purimas, terhadap Matthew Gladden, salah satu advokat magang pada Kantor Hukum Salawati dan Ardyrespati.

Advokat Ardyrespati mengungkapkan, kasus pemukulan itu terjadi saat pihaknya mendatangi sekelompok warga yang tengah melakukan rapat tanpa ijin pengurus. Kelompok itu diduga akan membuat pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) tandingan.

“Kantor Hukum kami adalah penerima kuasa dari Magdalena selaku Ketua Perhimpunan Pemilik Dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS),” terang Ardyrespati, Jumat (17/6/22)

“Saat kami mendatangi mereka, kami ditolak dan tidak boleh masuk. Hingga akhirnya terjadilah kekerasan kepada salah seorang tim kami, yakni Matthew,” jelasnya, saat pers rilis di Kantor DPC Peradi Surabaya, Jalan Dukuh Kupang Barat.

Akibat penganiayaan tersebut lanjut Ardyrespati, rekannya harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit. “Pasca kejadian itu, rekan kami mengalami mual-mual dan atas rekomendasi dokter yang bersangkutan harus dirawat inap,” imbuhnya.

Sementara itu, melalui Sekjen Pembelaan Profesi, Samba Perwira Jaya, DPC Peradi Surabaya menyatakan mengecam keras tindakan penganiayaan terhadap advokat yang sedang menjalankan tugasnya.

“DPC Peradi Surabaya mengecam tindakan penganiayaan yang dialami salah seorang advokat magang pada Kantor Hukum rekan sejawat kami yang diduga dilakukan DVT, salah seorang penghuni di Apartemen Purimas,” tegas Samba.

Untuk itu kata Samba, sebagai tindak lanjut dari Tindakan kekerasan yang menjadi atensi khusus bagi DPC Peradi Surabaya ini, Pihaknya meminta perlindungan hukum kepada Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta agar proses perkara tersebut dapat berjalan sampai ke meja hijau.

“Hari ini suratnya kami kirim (ke Kapolda Jatim). Tujuan kami meminta perlindungan hukum agar kasusnya bisa berjalan sampai proses persidangan,” ujar Samba Perwira Jaya didampingi tim pembelaan profesi lainnya.

”Jangan ada masyarakat atau orang yang merasa kuat dan kebal hukum,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kasus dugaan penganiayaan itu telah dilaporkan ke Polda Jatim dengan Tanda Bukti Lapor Nomor: TBL/B/321.01/VI/2022/SPKT/POLDA JAWA TIMUR, tertanggal 15 Juni 2022.

Penulis:

Baca Juga