DPD KIBAR Aceh Soroti Walkot Langsa yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

AKURATNEWS - Walikota Langsa, Aceh, Usman Abdullah alias Toke Seum, diduga melakukan tindak asusila atau mesum. Dugaan itu mencuat setelah seorang wanita bernama Nuraina alias Ai membuat pengakuan yang sangat mengejutkan bagi masyarakat Aceh yang dikenal sangat religius.

Terkait pengakuan Ai yang mengaku telah mendapat tindak pelecehan dari sang Walkot, Ketua DPD KIBAR Aceh, Muslim, SE (Cut Lem) meminta pihak terkait untuk memproses persoalan itu.

"Kita meminta kepada Dinas Syariat Islam kota Langsa agar memproses apa yang telah disampaikan saudari Ai, dan kita berharap kasus ini sampai ke pengadilan." Ujar Ketua DPD KIBAR Aceh, Muslim, SE Alias Cut Lem.

Lebih lanjut Muslim menjelaskan jika perbuatan yang dilakukan Toke Seum sangat memalukan, lantaran perbuatan mesum itu dilakukan di dalam pendopo kota Langsa.

"Kami akan terus mengawal dugaan mesum ini karena dilakukan di dalam Pendopo Kota Langsa yang merupakan kebanggaan masyarakat kota Langsa. Walaupun mendapat resiko dan tantangan, ini demi tegaknya Syariat Islam khususnya di kota Langsa dan Umumnya di Bumi Aceh." Tegas Cut Lem.

Cut Lem juga menyorot kinerja Dinas Syariat Islam yang menurutnya sangat penting dalam menindak perkara asusila yang diduga sudah dilakukan oleh walkot Langsa serta beberapa jajarannya.

"Jika keberadaan DSI hanya untuk menghukum dan menindak masyarakat kecil tapi tumpul terhadap pejabat dan keluarga pejabat, lebih baik Dinas Syariat Islam kota Langsa dibubarkan saja karena tidak mampu menjalankan tugasnya." Tandas Cut Lem.

Seperti diketahui masyarakat Langsa, Aceh, selama 9 tahun kepemimpinan Walikota Langsa Usman Abdullah alias Toke Seum dikenal sudah menjalankan syariat islam dengan baik dan benar karena semua pelaku pelanggar Syariat Islam yang terjadi di kota Langsa sudah dieksekusi cambuk oleh Dinas Syariat Islam kota Langsa.

Tetapi keberhasilan Walikota tersebut mulai tercoreng oleh orang-orang yang berada di sekeliling beliau termasuk Walikota sendiri.

Banyak kasus yang terabaikan seperti yang dilakukan oleh Oknum Ajudan-ajudan Walikota Langsa yang sempat tertangkap Massa diduga melakukan Mesum.

Tetapi kejadian tersebut luput dari WH dan dinas syariat islam kota Langsa. Bahkan kedua ajudan tersebut diduga disuruh meninggalkan kota Langsa menuju kota Medan dan sampai hari ini kasus tersebut menjadi kabur dan gelap.

Kemudian hal yang dilakukan oleh pejabat Bapeda kota Langsa, sudah jelas tertangkap massa bahkan sempat dimandikan oleh massa dengan menggunakan air comberen, juga kasusnya mangrak sampai pejabat tersebut dikabarkan pindah ke salah satu dinas di Provinsi Aceh.

Bukan itu saja, isu yang merebak yang dilakukan oleh pejabat diskominfo dan geuchik gampong baro, juga belum ada kejelasan hukum terhadap pelaku khalwat tersebut.

Mereka tidak ditindak dan tidak dicambuk dengan berbagai macam cara dan alasan bahkan diduga disuruh lari ke Medan dan malah seperti kasus terbaru geuchik gampong baro berinisial WS yang terkesan lamban di tangani.

Penulis:

Baca Juga