DPN REPDEM PDI Perjuangan Tolak Warga ISIS eks WNI Kembali ke Indonesia

Presiden Joko Widodo dengan tegas mengemukakan sikapnya: menolak kepulangan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS ke tanah air.

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Bidang Ideologi dan Pendidikan Dewan Pimpinan Nasional REPDEM PDI Perjuangan, Leni Rodiah mendukung sikap Presiden Jokowi menolak permintaan atau ajakan sejumlah pihak yang ingin memulangkan warga ISIS eks WNI ke pangkuan Bumi Pertiwi.

Menurut Leni Rodiah, sudah menjadi sebuah kewajaran jika menjadi warga negara berarti memikul tanggung jawab untuk membela negara dengan segenap jiwa dan raga.

Dalam teks proklamasi yang dibacakan oleh Sukarno-Hatta di Jakarta pada Tanggal 17 Agustus 1945 secara tegas menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa majemuk yang satu meski terdiri dari berbagai keberagaman suku, agama dan budaya.

"Maka dengan demikian, mereka yang telah melecehkan NKRI dengan berbagai aksi yang dilakukan secara sadar seperti pembakaran identitas diri, menyatakan diri bukan lagi warga negara NKRI serta memaki-maki NKRI di muka umum adalah bukan lagi bagian dari republik ini. Bahkan bukan hanya dilakukan secara personal, mereka juga aktif memengaruhi dan mengajak masyarakat untuk memusuhi NKRI dan bergabung bersama ISIS. Dengan demikian mereka sudah mutlak masuk dalam kategori pengkhianat bangsa." ujarnya Senin (10/2/2020).

Leni Rodiah menambahkan, ini bukan lagi bicara tentang kemanusiaan atau kesempatan untuk ber-ishlah dan kembali menjadi WNI. Namun tentang komitmen dan loyalitas terhadap negara dan konsistensi menjalankan janji kepada para leluhur serta bukti dari pada keberimanan pada Tuhan YME dengan dasar konsep "Hubbul wathan minal iman" atau membela tanah air adalah bagian dari pada iman.

"Dalam Undang- undang Dasar Tahun 1945 pasal 27 ayat (3) sudah sangat jelas disebutkan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan njegara.” Ditegaskan kembali dalam pasal 30 ayat (1) yang mengamanatkan bahwa, “Tiap- tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”. Namun kenyataannya alih-alih membela negara, mereka justru lebih memilih bergabung bersama ISIS." imbuhnya.

Kehilangan hak sebagai warga negara menurut Leni adalah konsekuensi penuh atas pilihan mereka untuk menjadi bagian dari ISIS. Maka dengan demikian, memulangkan mereka tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah NKRI.

"Jangankan bertanggungjawab, sekadar memikirkan bagaimana mereka selanjutnya saja sudah bukan menjadi beban negara yang penuh dengan keindahan alam dan kedamaian senyum penduduknya ini." pungkas Leni.

Penulis: Sugiharto
Editor: Alamsyah

Baca Juga