DPR : Kasus Mantan Dirut Garuda, Bukti Korupsi Masih Menghantui BUMN Penerbangan Indonesia

Inas Nasrullah Zubir, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI fraksi Hanura.

Jakarta, Akuratnews.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI fraksi Hanura , Inas Nasrullah Zubir, menyesalkan atas tindakan dugaan korupsi yang dilakukan mantan Direktur Utama ( Dirut) Garuda Indonesia Emirsyah Satar terkait pengadaan pesawat.

Inas mengaku, korupsi bukan saja masih menghantui BUMN penerbangan Indonesia.

" Bahkan ikut terbang lintas negara, karena diduga melibatkan rolls royce Inggris.Artinya kualitas korupsinya berkembang," kata Inas kepada Akuratnews.com- Jumat (20/01/17).

Seperti diketahui,sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) telah menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia  ,Emirsyah Satar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di tubuh BUMN PT Garuda Indonedia Airlines ( GIA) .Penetapan status tersangka terhadap Chairman MatahariMall.com ( MatahariMall) dan Lippo Board of Management dibenarkan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.

Ditempat terpisah, Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar mengatakan, kasus suap yang menimpa mantan dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar ( ES) terkait penggeledahan yang dilakukan sebelumnya oleh KPK tidak ada kaitannya dengan kegiatan perusahaan,tetapi lebih kepada kepentingan pribadi.

" Perusahaan publik Garuda Indonesia telah mempunyai mekanisme dalam semua aktivitas bisnisnya, dari penerapan sistem GCG yang diterapkan secara transparan dan ketat, serta transparansi informasi ," kata Benny dalam keterangan tertulis yang diterima Akuratnews.com, Kamis (19/01/17).

Benny juga menyebutkan, jika pihak manajemen Garuda Indonesia telah menyampaikan untuk sepenuhnya menyerahkan kasus tersebut kepada KPK ,dan akan bersikap kooperatif terhadap penyidik KPK jika diperlukan untuk keterangan.

Sementara itu,  KPK melakukan penggeledahan beberapa lokasi di Jakarta, Rabu (18/01/17) .Penggeledahan tersebut atas dugaab indikasi tindak pidana  korupsi yang melibatkan mantan petinggi maskapai penerbangan Garuda.

Sementara itu, atas tindakan korupsi yang dilakukan Emirsyah ,dikenakan pasal.12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Tipikor, juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 dan pasal 64 KUHP, kemudian Soetikno selaku pemberi suap Soetikno dikenakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat huruf b atau pasal 13 UU Tipikor ,juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 dan pasal 64 KUHP . (Agus)

Penulis:

Baca Juga