DPR : Merugikan Negara dan Pekerja Lokal, TKA China Ilegal Harus Ditertibkan Pemerintah

Photo Ilustrasi

Jakarta, Akuratnews.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Irgan Chairul Mahfiz, mengatakan, masalah Tenaga Kerja Asing ( TKA)  China yang masuk ke Indonesia secara ilegal merupakan masalah yang harus menjadi perhatian Pemerintah agar tidak menjadi isu liar.

"Harus ada tindakan dan sikap tegas pemerintah untuk menertibkan para TKA China yang ilegal maupun tidak ilegal,"  kata Irgan saat dihubungi, Akuratnews.com, Senin (30/01/2017).

Irgan menilai, karena banyak juga TKA China yang tidak ilegal menyalahi izin aturan di Indonesia, sehingga perlu adanya pengawasan secara khusus, sebab jika dibiarkan saja, maka akan merugikan negara dan warga Indonesia sebagai pekerja lokal." Bagi perusahaan yang mempekerjakan TKA asal China ilegal akan merugikan negara dan pekerja lokal," jelasnya.

Menurutnya, Komisi IX DPR RI meminta agar kebijakan bebas visa benar-benar harus dievaluasi,agar kejadian pencegahan warga negara asing yang bekerja secara ilegal dapat dicegah secara maksimal.Lanjutnya, masuknya TKA asal China secara ilegal juga mengancam bagi pekerja lokal yang akan hilang mata penghasilan ,karena adanya TKA asing atau asal China.

Seperti diketahui ,sebelum Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah sering kali melakukan penangkapan terhadap tenaga kerja asing asal China di beberapa wilayah Indonesia.

Sementara itu, sebelumnya juga, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Mendapatkan 30 TKA asal China bekerja pada perusahaan pembangkit listrik tenaga uap ( PLTU) Bolok tanpa melapor ke dinas tenaga kerja daerah tersebut.

Kepala Disnakertans Kupang, Kria Koroh menyebutkan, puluhan TKA China tersebut diketahui setelah tim gabunhan terdiri dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ,bersama Kepolisian dari Polres Kupang melakukan pemantauan ke perusahaan tersebut.

"Kita melakukan pemantauan ke PT Sentosa Makmur Sejahtera Energi ( SMSE) ,perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU) Bolok, terdapat 34 orang TKA asal China, yang melapor hanya empat orang saja," kata Kris kepada wartawan di Oelamasi Kupang, Kamis (26/01/2017). (Agus)

Penulis:

Baca Juga