DPRD Depok Nilai Pengawasan Kerja Proyek DPUPR Lemah

Depok, Akuratnews.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok menganggap masih lemahnya fungsi pengawasan pihak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) mampu berdampak terjadinya penyimpangan proyek.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Depok Edi Masturo menanggapi penyimpangan proyek penurapan Kali Laya bernilai Rp.1,5 miliar sumber dana APBD Depok.

"Peran dan fungsi pengawasan kerja proyek baik dari konsultan dan dinas (DPUPR) masih lemah jika fakta lapangan masih terjadi temuan penyimpangan proyek," ujar Masturo, Rabu,(30/12/2020).

Dirinya mengatakan pihaknya juga akan meminta kejelasan terkait penyimpangan kegiatan proyek kendati telah dilakukan potongan pembayaran lantaran temuan ketidaksesuaian kerja proyek setelah dilakukan Final Hand Over (FHO) oleh pihak DPUPR pada Senin,(28/12/2020) kemarin.

Masturo juga mengaku akan lakukan sidak lokasi kerja proyek untuk mengetahui secara langsung hasil kerja proyek berbandrol lebih dari satu miliar rupiah itu.

"Nanti kami juga akan sidak kelokasi proyek Kali Laya dan meminta penjelasan pada pihak dinas berikut sistem atministrasi pembayaran proyek tersebut," jelasnya.

Terpisah, Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Depok Yusra Amir Yahya mengatakan pihak dinas kerap abai pada perencanaan dan pengawasan proyek.

Yusra menanggap sistem kerja proyek yang asal jadi juga membuat hasil pekerjaan tidak efektif. "Poinya ada pada perencanaan dan pengawasan kerja proyek," katanya pada Akuratnews.com.

Kalau perencanaan dan pengawasan berjalan maksimal, lanjut Yusra, progres kerja pasti terpantau baik sehingga mempersempit terjadinya penyimpangan kerja proyek.

Dikatakan Yusra, semua hasil dari kegiatan proyek tentunya punya standart kualitas. Jika keduanya terabaikan tentu berdampak pada daya tahan proyek.

"Jika kejadianya seperti itu, penanggung jawab teknis pekerjaan proyeknya jadi patut dipertanyakan," pukasnya.

Seperti diberitakan, hingga 28 Desember 2020 lalu pelaksnaan kerja proyek Kali Laya masih tetap berlangsung menyimpang dari masa waktu pelaksanaan kontrak kerja hingga 19 Desember 2020 lalu.

Dinas PUPR hingga berita ini ditayangkan masih belum berikan tanggapan terkait kegiatan proyek tersebut. Kepala DPUPR Dadan Rustandi masuh belum berikan respon saat dihubungi melalui pesan whatsapp.

Diketahui, nilai proyek penurapan Kali Laya Kelurahan Tugu, Depok mencapai Rp.1.533 miliar dengan masa waktu pelaksanaan 19 November hingga 18 Desember 2020.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Marshada. Sedang sebagai konsultan supervisi proyek PT Ardia Mandiri.

Penulis:

Baca Juga