oleh

DPRD DKI Jakarta ‘Paksa’ Pemprov Tanggung Biaya Pemakaman Bagi Warga Miskin

Jakarta, Akuratnews.com – Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta “memaksa” Pemrov DKI Jakarta menanggung biaya pemakaman bagi warga miskin.

Pasalnya, Dinas Kehutanan DKI Jakarta tidak menyediakan anggaran untuk fasilitas pemakaman gratis bagi warga miskin.

“Paksaan” itu berawal dari Wakil Ketua Banggar DPRD DKI, M Taufik yang mempertanyakan fasilitas pemakaman gratis untuk warga miskin Rp 800.000 tidak ada lagi dalam anggaran Dinas Kehutanan DKI.

Hal itu disampaikannya dalam rapat Badan Anggaran DKI Jakarta, Kamis (13/09/2018) sore, yang membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) DKI 2018.

“Dahulu kan ada uang bantuan untuk beli kafan dan pembelian peralatan pemakaman lainnya untuk warga miskin Rp 800.000. Itu masih ada enggak? Kok enggak ada lagi ya? Memangnya orang miskin enggak boleh mati apa?” tanya Taufik.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembelian kain kafan, papan kuburun, tenda, sound system, serta upah tenaga penggali kubur.

Anggaran tersebut membantu warga yang tidak mampu untuk lebih cepat memakamkan kerabatnya di taman pemakaman umum (TPU) DKI Jakarta.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pemakaman Dinas Kehutanan DKI, Siti Hasna mengatakan dana bantuan Rp 800.000 bagi keluarga warga miskin yang meninggal digunakan untuk membeli kafan dan perlengkapan pemakaman lainnya tidak dapat diteruskan karena ada surat keputusan (SK) gubernur yang melarang pemberian uang tunai kepada warga.

“Sudah tidak ada lagi, karena adanya SK gubernur itu,” kata Hasna.

Kendati demikian, Ia menjamin pihaknya tetap memberikan layanan kepada warga tidak mampu yang ingin memakamkan kerabatnya dengan cara membawa peralatan dan jasa penggali kubur sekaligus pada saat pemakaman.

“Meski anggaran itu tidak ada, kami tetap berikan kafan dan semua kebutuhan jika ada warga miskin yang meminta,” terangnya.

Namun, Taufik bersama belasan anggota Badan Anggaran menolak alasan tersebut. Mereka tetap meminta anggaran untuk memakamkan warga miskin.

Wakil Ketua Badan Anggaran, Ferrial Sofyan yang memimpin rapat mengusulkan anggaran tersebut dihidupkan kembali dan dimasukkan ke anggaran Suku Dinas Kehutanan di enam wilayah. Masing-masing wilayah mendapat anggaran untuk kain kafan Rp 200 juta, papan pemakaman Rp 200 juta, serta tenda dan sound system Rp 200 juta.

dilokasikan anggaran pemakaman gratis seRp 200 juta.

“Total Rp 600 juta untuk masing-masing wilayah. Setuju ya semua?” ucapnya sambil mengetuk palu. (Ahy)

Komentar

News Feed