Covid-19 Berdampak Buruk Ekonomi

DPRD Dorong Pemkot Bekasi Realokasi Anggaran

Bekasi, Akuratnews.com - Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ushtuchri menyatakan, dampak persebaran wabah covid-19 adalah menurunnya kegiatan perekonomian. Hal ini menjadi suatu kondisi yang memprihatinkan mengingat masyarakat menengah ke bawah banyak yang terdampak.

“Pantauan di lapangan setelah 2 minggu dilakukan study from home, work from home juga social distancing, kondisi ekonomi menurun drastis. Tempat usaha tutup, pelaku usaha kecil mengeluh, Ojol dan pekerja harian juga mulai mengeluh,” jelasnya, Selasa (31/3/2020).

Maka terkait hal ini, kata Ushtuchri yang juga politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa, Pemkot Bekasi harus menyiasatai keadaan. Harus ada jaring pengaman sosial. Tidak hanya mengandalkan APBN dan APBD Pemprov, harus bersama-sama menanggulangi dampak ekonomi.

“Saya pribadi, PKB sendiri mendorong Pemkot untuk refoccusing dan realokasi anggaran untuk tanggap darurat medis. Di mana kebutuhan dana untuk APD dan kebutuhan peralatan medis lainnya dan saya minta diprioritaskan dan dibelanjakan,” jelasnya.

Sementara untuk pembatasan aktivitas masyarakat, kata Ushtucri, harus diantisipasi adanya kerentanan ekonomi, apalagi untuk rumah tangga terdampak.

“Kalau gubernur Jabar kan wacanakan 500 ribu perkepala keluarga, presiden keluarkan kartu sembako, kartu prakerja dan lain-lain untuk kota Bekasi, saya rasa itu tidak bakal cukup,” tegasnya.

Oleh karena itu, kata Ushtuchri, APBD Kota Bekasi mesti memperkuat bilangan-bilangan besaran anggaran tersebut dengan upaya refoccusing dan realokasi anggaran.

“Kita mendorong setidaknya 1 RT dalam satu bulan, paling tidak alokasi minimun kebutuhan fisik. Kalau mengacu ke hitungan industri ya hitungan UMK, sementara dari Jabar sediakan 500 ribu, pusat juga jumlahnya belum memadai.” ujarnya.

Pihaknya juga mendesak pimpinan DPRD memanggil badan anggaran Pemda untuk mendetailkan hal ini dan mengubah alokasi anggaran karena payung hukumnya sudah ada. “Menkeu sudah mengarahkan, presiden sudah memutuskan dan gubernur Jabar sudah merealokasi sekitar 15-19 trilyun dari 40-an trilyun APBD Jabar. maka Wali Kota Bekasi punya kewajiban yang sama,” jelasnya.

Ia berharap, wabah ini segera berlalu, apalagi sebentar lagi masuk bulan Ramadhan di mana kebutuhan masyarakat akan sangat tinggi sementara harga-harga akan naik. “Tentu saja social savety net ini diharapkan segera terealisasi realisasi baik secara jumlah dan kecepatan,” tukasnya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga