DPRD Kebumen Digoyang Isu Perselingkuhan

AKURATNEWS - Dugaan adanya perselingkuhan menyeruak di DPRD Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Seorang anggota dewan yang juga politikus Partai Golkar dikabarkan berselingkuh dengan Tenaga Ahli (TA) nya sendiri. Kedua 'sejoli' itu sama-sama masih memiliki pasangan yang sah yang bekerja di luar kota.

Kabar perselingkuhan politisi Golkar ini sejatinya sudah berhembus cukup lama. Beberapa saksi mata kerap melihat sang TA menyambangi rumah bos-nya. Mobil milik TA dengan nopol khusus beberapa kali terlihat parkir di halaman rumah politikus berlambang beringin itu . Sejumlah saksi didampingi aparat sempat mendatangi rumah tersebut pada Juni lalu, namun terduga selalu berkelit.

"Anda tidak boleh masuk, ini rumah saya, privasi saya," kata seorang saksi menirukan ucapan anggota DPRD Kebumen itu.

Ia itu tak menampik mobil yang terparkir di halaman rumahnya memang milik sang TA. Namun ia membantah jika pemiliknya ada di rumahnya.

"Katanya sang TA tengah pergi membawa mobil dinas dan menitipkan mobil di rumahnya," jelas saksi yang keberatan disebutkan namanya.

Sempat terjadi perdebatan saat itu. Namun, akhirnya saksi batal masuk karena memang dilarang. Puncaknya terjadi pada 15 Juni 2021. Saksi mata kembali melihat mobil itu di rumah politikus Golkar dan meninggalkan lokasi sekitar pukul 22.00 WIB.

Kabar dugaan perselingkuhan ini makin santer di kalangan anggota dewan. Pimpinan DPRD bahkan sedang menelusuri kebenaran kasus ini.

Ketua DPRD Kebumen, Sarimun mengaku sudah menerima aduan perihal dugaan perselingkuhan tersebut. Pihaknya sudah menyerahkannya kepada Badan Kehormatan DPRD.

“Aduan sudah, sementara ini kami serahkan kepada Badan Kehormatan,” ujar Sarimun saat dikonfirmasi wartawan, Senin (6/7).

Namun, pihaknya belum bisa mengambil sanksi karena masih sebatas dugaan.

“Yang saya paham begini, kan itu baru dugaan. Jadi kami belum bisa memberikan sanksi. Terus nanti ada surat dari keluarga maupun saksi, dia menyampaikan kepada Ketua DPRD otomatis kami serahkan kepada Badan Kehormatan (DPRD) untuk menindaklanjuti,” jelasnya.

“Nanti hasilnya seperti apa, mungkin termasuk di dalam investigasi, baru disampaikan ke Ketua DPRD. Nanti DPRD akan mengambil sikap seperti apa,” sambung Sarimun.

Sementara itu Ketua DPD Partai Golkar Kebumen, Hj Halimah saat dikonfirmasi enggan berbicara banyak. Dia menyampaikan sudah mengetahui kabar salah satu kadernya yang tengah diisukan berselingkuh. Ia mengaku masih melakukan langkah internal guna memastikan kebenaran kabar tersebut.

"Betul kami sudah mendapat kabar itu, saat ini kami sedang menyelidiki informasinya. Apabila benar tentu sesuai kode etik ada sanksinya," kata Halimah via telepon, Minggu (5/7).

Penulis:

Baca Juga