DPRD Surabaya Panggil Pemilik Sampah Ditengah Kota

Surabaya, Akuratnews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mengundang beberapa Hotel dan Restoran yang diduga membuang sampahnya di tempat pembuangan sementara (TPS) di Jl. Kayoon.

Baktiono, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya mengatakan, bahwa untuk saat ini pihaknya memberikan kesempatan untuk pihak pengusaha, untuk menyelesaikan masalahnya dengan pihak ketiga dalam pembuangan sampah.

"Untuk saat ini permasalahan limbah, ya di TPS-TPS itu harus dipantau oleh Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau. kalau masih ada (yang membuang sampah di TPS), kami juga menugaskan Satpol-PP untuk turut mengawasi dan menjaga di setiap TPS, terutama tps yang rawan untuk dibuangi limbah terutama ditengah kota," katanya, pada Senin (20/9/2021).

Di sisi lain, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am, Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya merasa kecewa atas sikap pengusaha, yang tidak mau mengawasi kinerja vendor pembuang sampah milik pengusaha. "Kami menyayangkan pihak hotel dan restoran yang lepas tangan, setelah melakukan MoU dengan vendor atau pihak ketiga yang berperan sebagai koordinator sampah di pihak panjenengan (Pengusaha)," ungkapnya.

Sementara itu, Maria Theresia Ekawati Rahayu dari pihak Pemerintah Kota Surabaya, melalui Dinas Lingkungan Hidup berharap, para pelaku usaha ini juga melakukan monitoring terhadap kerjasama yang sudah dilakukan dengan pihak ketiga.

"Sehingga, yang seperti yang disampaikan Komisi C tadi, kebersihan lingkungan di Pemerintah Kota Surabaya ini bisa terwujud," ujarnya usai melakukan rapat di Komisi C DPRD Kota Surabaya.

Ia juga menyebutkan beberapa hotel yang dikenai sanksi administratif. Diantaranya hotel yang terkena sanksi diantaranya tidak memiliki pengolahan limbah B3, yaitu Hotel Wyndam, Hotel Narita dan Hotel Sahid.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Humas Hotel Harris Gubeng, Setiawan Nanang mengatakan bahwa pihaknya sudah memilah dan dari awal dan sendirikan tempat sampahnya, mulai dari sampah kering, basah, hingga limbah B3.

"Nah, kita bekerjasama dengan pihak ketiga, untuk mengambil sampah-sampah yang kita pilah, dan secara kesepakatan antara pihak kami dengan pihak ketiga, mereka (pihak ketiga) akan membuang sampahnya di TPA Benowo," katanya dengan kecewa.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan klarifikasi dengan pihak ketiga pembuangan sampah. Ia juga mengaku khawatir, bahwa sampah-sampah dari Hotelnya, dibuang di TPS Jl. Kayoon. "Dan apa bila mereka tidak membuang di TPA Benowo, langsung kita putus kontraknya," tegasnya.

Ia berharap, agar Pemerintah Kota Surabaya memberikan solusi dari permasalahan limbah sampah ini. "Dan harapan kami sebagai hotel, dari Pemkot bisa memberikan kami pilihan atau menunjuk beberapa vendor yang bisa mengambil sampah-sampah kami, dan nantinya langsung dibuang di TPA Benowo," pungkasnya.

Penulis: Arga

Baca Juga