DQ Gelar Diskusi Dengan Perwakilan Kitabisa.com Jawa Timur

Sidoarjo, Akuratnews.com - Pesatnya kemajuan dunia digital dewasa ini telah berhasil mengubah pola-pola kehidupan manusia. Pola interaksi, pola komunikasi, dan pola hubungan sosial dewasa ini sudah semakin terdigitalisasi lewat media sosial. Dunia digital yang terekspresikan dalam media sosial telah menghilangkan batasan jarak, waktu, usia, dan bahasa dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Begitupun aktivitas sosial manusia yang berkaitan dengan filantropi. Berkat kemajuan dunia digital, manusia bisa melakukan aktivitas filantropi lebih mudah. Memanfaatkan aplikasi facebook, instagram, twitter, maupun youtube, manusia bisa melakukan aktivitas filantropi. Para lembaga sosial maupun para dermawan bisa terhubung dan melakukan aktivitas filantropi berbasis digital.

Melihat peluang yang besar dari dunia digital ini DQ (Dompet Al-Qur’an Indonesia) menggelar diskusi digital marketing untuk pengembangan aktivitas filantropi pada Jumat 19/7/2020. Diskusi dengan tema “Peluang Digital Marketing Untuk Pengembangan Potensi Umat” itu mengundang Bayu Diktiansa Pratama selaku kordinator perwakilan Crowdfunding dari kitabisa.com.

Selama diskusi berlangsung Bayu menjelaskan peta pelaku filantropi di jawa timur secara gamblang. Lembaga-lembaga kemanusiaan yang berada di Malang, Surabaya, Jember, Bojonegoro, Madiun, dan Sidoarjo dinilai Bayu punya potensi besar untuk berkembang.

“Selain Jakarta dan Bandung, kota-kota yang memiliki potensi besar dalam hal filantropi adalah Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Dari ketiga kota ini kita bisa lihat lembaga-lembaga filantropi yang kuat lahir, berkembang, dan berekspansi,” ungkap Bayu.

Digital marketing yang merupakan bagian  dari perkembangan zaman memainkan peran sangat penting dalam memperkuat potensi aktivitas filantropi. Filantropi yang berbasis digital mempermudah masyarakat dalam beramal. Masyarakat tidak perlu lagi pergi ke kantor lembaga amal untuk menyetorkan uang amal. Masyarakat cukup berdonasi dengan bantuan E-Banking maupun aplikasi payment digital di laman-laman amal seperti kitabisa.com.

Agung Heru Setiawan, selaku direktur DQ menganggap aktivitas amal dari dunia digital akan lebih menarik perhatian. Selain mudah, dan cepat aktivitas amal dengan media digital akan lebih menarik perhatian kalangan milenial.

“Harapan saya, anak-anak milenial jadi semakin tertarik dengan kegiatan filantropi. Anak-anak milenial bisa memanfaatkan gadgetnya untuk membantu sesama. Mudah-mudahan harapan ini bisa menjadi kenyataan,” ungkap Agung.

Penulis: Redaksi

Baca Juga