Dua Lahan Situ di Kota Depok Terancam Hilang

petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Sumber Daya Air Jawa Barat saat tinjau Situ Jemblung, Depok, 2 Maret 2021.

Depok Akuratnews.com- Dua lahan situ di Kota Depok, Jawa Barat yakni Situ Jemblung dan Pengarengan terancam hilang lantaran lahan situ tersebut diketahui telah berdiri bangunan dan terjadi pengurukan.

Ketua Forum Komunikasi Semesta (Fokus) Afifah Alia mengatakan jika keberadaan situ-situ di kota Depok merupakan salah satu ciri khas yang dimiliki kota.

"Terjadinya pengurukan bahkan bangunan pribadi harus ditinjau kembali, karena merusak situ sama artinya merusak kota," ucap Afifah kepada Akuratnews.com, Kamis, (4/3).

Dia menilai pengabaian sedimentasi ini dinilai bisa jadi salah satu faktor yang menyebabkan situ berubah menjadi sebidang lahan dan mengganggu ekosistem.

Kondisi alih fungsi lahan kedua situ tersebut kini telah diketahui pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) pasca dilakukan tinjauan pada Situ Pengarengan dan Situ Jemblung Harjamukti, Depok.

"Kita kesini atas dasar perintah pimpinan dan ternyata benar saja, sudah terjadi pengurugan di dua situ ini,” kata petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Sumber Daya Air Jawa Barat Kosasih di Depok, 2 Maret 2021 lalu.

Kosasih juga pertanyakan soal kegiatan pengurukan dan berdirinya bangunan di lahan situ tersebut.

"Saya heran, mereka (pihak pengurukan tanah) minta ijin kesiapa?. Ini sudah menyalahi peraturan,” pukasnya di lokasi Situ Pengarengan didampingi pihak Kelurahan Harjamukti, Depok.

Untuk diketahui, mengacu Perda RTRW Kota Depok tahun 2012-2032 tentang Sistem Jaringan Prasarana Sumber Daya Air, Pasal 28 ayat 3 huruf C dijelaskan terdapat 28 situ di Kota Depok.

Dalam Undang-Undang No.7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air Pasal 52 juncto Pasal 94 ayat (1) berbunyi, setiap orang atau badan usaha dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya daya rusak.

Penulis:

Baca Juga