Diduga Ada 20 Orang Pelaku Pengeroyokan

Dua Pelaku Pengeroyokan di Siwalankerto Surabaya Dibekuk Polisi

Surabaya, Akuratnews.com - Usai buron selama 2 hari, akhirnya Akbar alias Tanjung (19) serta Arif (18) 2 orang dari 20 pelaku pengeroyokan terhadap M Vito Zakaria (19) warga Kutisari Selatan, dibekuk oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya, pada Minggu (23/5/21).

Wakasat Reskrim, Kompol Ambuka Yudha mengatakan, aksi pengeroyokan tersebut didasari oleh motif balas dendam.

"Dari pengakuan kedua tersangka, penganiayaan secara bersama-sama itu didasari oleh balas dendam. Setelah rekan pelaku mengaku dikeroyok oleh korban bersama beberapa rekannya," terang Wakasat di Mapolrestabes Surabaya, Senin (24/5/21).

Disinggung terkait adanya pemerkosaan yang dilakukan oleh Bayu, yang merupakan rekan kedua tersangka, Kompol Ambuka Yudha mengatakan masih mendalaminya.

"Untuk kasus pemerkosaan masih kita dalami. Saat ini kita fokus pada penganiayaan yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia, serta satu lainnya luka berat," ungkapnya.

"Dari pengakuan kedua tersangka, saat melakukan pemukulan mereka hanya menggunakan tangan kosong. Namun saat itu, kepala korban dibenturkan ke tembok, sehingga ada cidera di kepala yang menyebabkan kematian," tambah Ambuka Yudha.

Sementara itu, tersangka Akbar alias Tanjung mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui bahwa ada kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh rekannya yang bernama Bayu.

"Saya tidak tahu kalau ternyata Bayu dipukuli karena memperkosa temannya Fito. Saya taunya tiba-tiba Alvin datang katanya dia dia dan Bayu habis dikeroyok oleh Fito dan teman-temannya," ungkap warga Rungkut, Surabaya tersebut.

Pria yang bekerja di Hotel Mansion Mandiri, sebagai pelayan itu mengaku, usai mendapatkan laporan dari Alvin, ia dan rekan-rekannya langsung menjemput korban di kostnya dan melakukan pengeroyokan di 2 TKP berbeda, yakni di depan Universitas Petra dan depan Pos RT 05 di Jalan Siwalan Kerto.

Hingga saat ini polisi masih belum berhasil menangkap 2 orang yang diduga sebagai pelaku utama, yaitu ST dan RF.

Tersangka Akbar dan Arif dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP.

Penulis:

Baca Juga