Dua Tersangka Dugaan Pemalsuan Girik Tanah di Bekasi Mangkir Panggilan Polisi

Bekasi, Akuratnews.com - Kasus dugaan pemalsuan girik tanah di Jatiasih, Bekasi yang diadukan Pandji Barani telah masuk pada gelar perkara pada 12 Mei 2020 lalu.

Dalam gelar perkara tersebut, penyidik dari Polresto Bekasi telah menyatakan cukup alat bukti berupa keterangan 11 orang saksi, surat dan barang bukti.

Dalam gelar perkara tersebut, penyidik sepakat jika Achmad Mitam dan Nimin Sanico sebagai tersangka menjadi tersangka pemalsuan surat.

"Hal ini tertera dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) ke-4 Nomor: B/1735/ V/ 2020/ Restro Bks Kota tertanggal 14 Mei 2020. Sayangnya, saat pemanggilan pertama pada 20 Mei 2020, kedua tersangka tidak hadir dengan alasan sakit," ujar Juanda SH, kuasa hukum Pandji Barani di Bekasi, baru-baru ini.

Kasus ini sendiri bermula saat Nimin Sanico Bin Kasam menyatakan memiliki sebidang tanah seluas 6.617 meter persegi, C/Girik 146, SPPT No.0504.0 dimilki sejak atau sebelum 24 September 1960 (Surat Pernyataan Kepemilikan tertanggal 16 Februari 2017).

Sedangkan Kasam Jalim menyatakan memiliki sebidang tanah seluas 6.600 meter persegi, C/Girik 146, SPPT No.001-0504.0 dimilki sejak atau sebelum 24 September 1960 (Surat Pernyataan Kepemilikan tertanggal 28 Desember 2005).

Hal ini diperkuat Surat Keterangan Kepala Kelurahan Jatiasih, Achmadi Mitam bernomor 07/kel/XII/2005 tertanggal 28 Desember 2005 yang menerangkan bahwa Kikitir/Girik C.146 Persil 9a Luas 6.600 m2 dengan SPPT No. 001-0504 atas nama Kasam Jalim. Saat Surat Keterangan dibuat, tanah tersebut dimiliki dan dikuasai fisiknya oleh PT.Bangun Bumi Sahabat.

Hal inilah yang akhirnya mendorong Pandji Barani melakukan pelaporan kepada Polrestro Bekasi yang tercatat lewat Laporan Polisi Nomor: LP / 2.290/K/ IX / 2019 / SPKT/ Restro.Bks.Kota tertanggal 20 September 2019.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga