Kasus Dana Pelatnas Triathlon

Duga Ada Miss Manajemen Pelaporan, Mark Sungkar Siap Tempur

AKURATNEWS - Aktor yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PPFTI), Mark Sungkar kembali menjalani sidang lanjutan Dana Kegiatan Pelatnas Triathlon di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (17/6).

Sidang dengan agenda keterangan saksi ahli dari BPKP yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan saksi ahli Hukum Tata Negara dari pihak Mark ini digelar hingga larut malam.

Dalam kesaksiannya, Muhammad Rullyandi selaku saksi Ahli Hukum Tata Negara mengatakan dalam kasus ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mestinya yang melaporkan ke penegak hukum bila memang ada yang bertentangan terkait pengelolaan keuangan negara. Ia menyebut, dalam kasus ini, hal itu tidak terjadi.

“Bilamana ada temuan unsur yang bertentangan dengan negara terkait pengelolaan keuangan negara, ini seharusnya BPK yang melapor ke penegak hukum. Nah hari ini saya melihat BPK seperti membuat satu kesimpulannya sendiri, sehingga itu menyalahi Undang-undang (UU). Dan ini bertentangan dengan peraturan BPK sendiri terkait sistem pengelolaan keuangan negara. Ini diperlukan kepastian hukum, dan ini tidak terjadi. Dan saya hadir sebagai saksi mesti meyakini hakim bahwa dalam kasus ini ada kekeliruan,” tegas Rullyandi usai sidang.

Mark menambahkan, ia mengapresiasi saksi ahli dari pihak JPU dalam menghadapi kasus ini. Bahkan secara pribadi sempat disebutkan dirinya hanya sebagai korban dari kasus tersebut.

“Beliau secara pribadi sempat mengatakan kepada saya, kalau saya hanya sebagai korban. Kan disebutkan bahwa beliau mengatakan dasarnya bantuan itu untuk try in dan try out. Kalau itu dijadikan dasar, tentu menjadi tidak jelas. Kalau try in itu bertanding di dalam negeri dan try out bertanding di luar negeri. Bantuan untuk itu, sedangkan uangnya itu tidak ada. Jadi yang dirugikan siapa?,” tanya Mark.

“(Bantuan) Untuk meningkatkan prestasi persiapan atlet Asian Games, tetapi uangnya nol. Padahal kontraknya ada. Yang melanggar perjanjian bukan kami. Cabang Olahraga (Cabor) ini hanya korban dari oknum Kemenpora yang harusnya diusut," imbuhnya.

Mark Sungkar bersama kuasa hukum dan saksi ahli Hukum Tata Negara, M Rullyandi usai sidang lanjutan Dana Kegiatan Pelatnas Triathlon di PN Jakarta Pusat, Kamis (17/6).

Ayah dari artis Zaskia dan Shirren Sungkar ini juga menyampaikan, ada miss manajemen pelaporan yang dilakukan oknum tertentu.

“Prosedur Kemenpora yang mestinya diaudit. Harusnya BPK, tapi BPK belum apa-apa, tiba-tiba masalah ini sudah di tangan kepolisian. Intinya, kalau keadilan itu ditegakkan harusnya kami yang untung bukan buntung. Harusnya atlet dibayarkan haknya. Sekarang atlet belum dibayar, pelatih blm dibayar, yang rugi siapa? Atlet jadi tidak maksimal untuk dapatkan medali. Ini seperti Anda beli kambing dititipkan orang, diayar nggak dan dikasih makan nggak. Itu kambing tentu jadi kurus saat ingin dipotong saat lebaran haji. Begitu kira-kira,” tandas Mark.

Ia pun melihat kasus ini seperti dipaksakan. Walau begitu, Mark mengaku optimis akan mampu menyelesaikannya lantaran ia melihat hakim mengikuti kasus ini dengan seksama.

"Alhamdulillah anak-anak selalu support sepenuhnya. Mereka selalu bilang, kalau mau tempur ya kita tempur. Karena kami tahu bahwa kami tidak salah. Harapan kita, Allah membuka hati hakim untuk benar-benar melihat kebenaran,” tutup Mark.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga