Modus Proposal Fiktif

Dugaan Korupsi di Pameran Pembangunan Teknologi Bahan Bangunan Kontruksi 2018 Diperiksa Polda Jatim

Proposal fiktif dugaaan yang dibuat sarana tindak korupsi. (Samsul Arifin/Akuratnews.com)

Surabaya, Akuratnews.com - Adanya dugaan korupsi atas kegiatan Pameran Pembangunan Teknologi Bahan Bangunan dan Kontruksi 2018 kini dalam penanganan pihak Polisi Daerah (Polda) Jawa Timur.

Pasalnya, kegiatan tersebut sudah mendapatkan anggaran dari pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur. Namun, dalam prakteknya muncul proposal dengan logo (ibb) lengkap dengan logo Provinsi Jatim dibawanya bertuliskan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya UPT Informasi Teknologi Bangunan Perumahan Dan Permukiman Provinsi Jawa Timur.

Didalam proposal tersebut juga melampirkan formulir pendaftaran pameran dan nilai harga sewa stan nilainya puluhan juta rupiah per stan lengkap dengan ukuran luas bagi peserta yang mendaftar, sehingga sampai pungutan liar (Pungli) dilaporkan terdapat 75 stan yang disewa oleh peserta dengan harga sewa Rp 6.100 juta per setand, hingga dipetkirakan uang hasil pungli total kisaran Rp 450 juta.

Sementara Gatot selaku Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur saat itu dikonfirmasi melalui WhatsApp nya oleh akuratnews terkait hal proposal diduga fiktif dan pungli tersebut mengelak dengan menyampaikan, maaf saya bukan pak Gatot dan balasan chat keduanya menyampaikan, saya hanya staf bagian antar surat.

"Maaf, saya bukan pak Gatot. Saya hanya staf bagian antar surat," jawab, Gatot saat dikonfirmasi oleh akuratnews hari Selasa (23/7/2019).

Dari info yang diterima akuratnews atas peristiwa pungutan liar dengan modus proposal fiktif ini sudah ditangani pihak Polda Jatim dan telah melakukan pemanggilan untuk pemeriksaan terhadap pihak yang terkait yakni berinisial N sebagai Satuan Kerja (Satker), G sebagai Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur saat itu dan P serta L selaku Staf.**

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Redaksi

Baca Juga