Dugaan Korupsi, Kejari Panggil Pegawai Honorer di Dua UPT DPKP Depok

Sejumlah pegawai honorer DPKP Depok di kantor Kejari Depok, Selasa,(4/5)
Sejumlah pegawai honorer DPKP Depok di kantor Kejari Depok, Selasa,(4/5)

AKURATNEWS.COM- Dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Depok masih berlanjut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok  kini lakukan pemanggilan terhadap 30 orang pegawai honorer di dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) DPKP Depok.

Pemanggilan itu terkait dugaan korupsi pengadaan alat kelengkapan kerja serta pemotongan dana insentif di DPKP Kota Depok.

"Ada 30 orang pegawai honorer Damkar di UPT Cimanggis dan Tapos Depok", kata Kasi Intel Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto, Selasa,(4/5).

Pemanggilan tersebut, kata Herlangga, masih terkait pengadaan alat kelengkapan kerja serta pemotongan honor insentif para pegawai DPKP Depok yang totalnya berjumlah sekitar 50 orang.

"Kita berbicara alat bukti bukan opini di masyarakat. Percayakan kepada kita supaya segala sesuatu menjadi terang benderang dan tidak menyesatkan di masyarakat Kota Depok pada khususnya," jelasnya.

Jadi, lanjut Herlangga, tidak ada yang mandek, Kejari Depok independen dan profesional dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat.

"Siapapun tidak dapat mengintervensi kita, baik yang pro dan kontra terhadap laporan pengaduan masyarakat mengenai dugaan tindak pidana korupsi sepatu dan pemotongan honor," tandasnya.

Diketahui, pihak Kejari Depok sebelumnya telah lakukan pemanggilan sejumlah pejabat DPKP Depok sebagai saksi pada dugaan kasus korupsi kelengkapan alat kerja yang sempat disuarakan Sandi Butar Butar dan viral.

Penulis:

Baca Juga