Dugaan Penculikan Anak Terbukti Hoax

Morowali, Akuratnews.com - Dugaan penculikan yang santer disebut percobaan penculikan dua anak di Bahomoleo Kecamatan Bungku Tengah terbukti hoax. Hal ini terungkap, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Morowali.

"Awalnya diinformasikan, bahwa kedua korban di culik oleh 4 orang. Kemudian Korban di lepas. Setelah diperiksa saksi dan korban serta dicek fakta lapangan, dugaan penculikan anak tidak terbukti," kata Kapolres Morowali, AKBP. Bayu Indra Wiguno disela-sela Konferensi Pers di Mapolres Morowali, Jumat (24/1/2020).

Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres Morowali AKBP. Bayu Indra Wiguno didampingi Wakapolres Morowali Kompol H. Amri, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Samsidar, Kapolsek Bungku Tengah Akp.A.Rapar.

Tampak Hadir pula, Kanit Reskrim Polsek Bungku Tengah Ipda Yatno bersama Anggota Reskrim dan Intelkam Polsek Bungku Tengah, Camat Bungku Tengah diwakili Kasi Pemerintah, Arman, keluarga Ishak bersama korban dan sejumlah wartawan se Kabupaten Morowali yang melakukan liputan.

Ia menuturkan, berdasarkan fakta lapangan diketahui, kedua anak yang disebut korban bersembunyi di semak-semak. Dua anak ini tidak mau mengikuti pengajian, karena menurut kedua anak tersebut, ada pelajaran yang mereka anggap sulit.

"Kemudian, pukul 20:20 wita, anak-anak tersebut keluar dari semak-semak. Kondisi saat itu, ramai dengan penduduk. Dengan adanya Isu dan reaksi masyarakat yang memperkirakan terjadinya penculikan, sehingga hal tersebut di ikuti kedua anak ini," tutur Kapolres Morowali.

Inilah yang menjadi awal cerita penculikan, lanjut Kapolres Morowali, yang dibuat seolah merupakan kejadian sebenarnya. "Sebenarnya tidak benar, hanya karena kedua anak ini takut dimarahi karena tidak ikut pengajian," bebernya.

Lebih jauh, Kapolres Morowali mengatakan, hingga saat ini pihaknya berhasil membuktikan, bahwa wilayah Kabupaten Morowali aman dalam kasus penculikan.

"Himbauan kami kepada masyarakat, agar tetap berhati-hati dalam menggunakan sosial media (sosmed), karena saat ini sudah ada dua orang yang diamankan karena penyebaran berita bohong tentang penculikan," imbuhnya.

Menanggapi Isu-isu yang dikait-kaitkan dengan dugaan penculikan, kejadian di Bumi Raya sudah diamankan dan untuk informasi dugaan penculikan di Keurea Kecamatan Bahodopi sementara dalam penelusuran. "Informasi awal dari anggota dilapangan, sampai saat ini belum ada penculikan yang terjadi di Keurea," pungkasnya.

Melalui kesempatan yang sama, Ishak selaku orang tua korban, menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak dan masyarakat Kabupaten Morowali atas ketidak nyamanan karena informasi kejadian yang menimpa anaknya.

"Mungkin dari informasi percobaan penculika yang sudah menyebar, membuat semua pihak resah," ujarnya.

Penulis: Wardi Bania

Baca Juga