Dugaan Penyelewengan Dana PIP di Manggarai Timur, Kembali Terungkap

Keterangan: Bebeberapa orang tua Murid, saat ditemui reporter akuratnews.com di Kampung Nanga Lanang, Kecamatan Rana Mese, Matim, pada Senin (20/01/2020). Foto: Yohanes Marto.
Keterangan: Bebeberapa orang tua Murid, saat ditemui reporter akuratnews.com di Kampung Nanga Lanang, Kecamatan Rana Mese, Matim, pada Senin (20/01/2020). Foto: Yohanes Marto.

Manggarai, Akuratnews.com - Dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Manggarai Timur (MATIM), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali terungkap. Dugaan penyelewengan dana PIP tersebut terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap (SATAP) Nanga Lanang, Kecamatan Rana Mese, Matim.

Wakil Ketua Komite Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap (SATAP) Nanga Lanang Ignasius Datus menjelaskan bahwa, sejak tiga tahun terakhir dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah tersebut tidak pernah disalurkan kepada Siswa/i, Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

"Selama ini, sudah tiga tahun, dana PIP di SMPN Satu Atap Nanga Lanang ini tidak pernah diterima oleh murid", Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komite SMPN SATAP Nanga Lanang, Ignasius Datus saat ditemui di kediamannya pada Senin (20/01/2020)

Ignasisus Datus mengungkapkan bahwa penyelewengan dana PIP tersebut melibatkan Kepala Sekolah (KEPSEK) SMPN SATAP Nanga Lanang, Silvester Jon. Iganasius mengukapkan bahwa, buku rekening beserta surat kuasa pencairan dana PIP tersebut sudah dikumpulkan ke pihak Sekolah atas permintaan Kepala Sekolah.

"Dana PIP di Sekolah Nanga Lanang ini memang tidak pernah dicairkan, sementara buku rekening beserta surat kuasa pencarian sudah lama kami serahkan kepada kepala sekolahnya", jelasnya.

Ignasius Datus dalam kapasitasnya sebagai pejabat struktural Komite Sekolah, didesak oleh orang tua murid untuk mengkonfirmasi dana PIP yang tidak kunjung dicairkan itu kepada pihak sekolah.

"Saya didesak oleh orang tua Murid untuk komunikasikan kepada Kepala Sekolah sehingga uangnya segera dicairkan", jelasnya.

Meskipun telah ada upaya dari pihak Komite untuk mengkonfirmasi Kepala Sekolah, nanun upaya itu justru tidak membuahkan hasil.

"Saya sudah tiga kali menanyakan uang PIP itu kepada kepala sekolah tapi Dia selalu mengatakan, (Tunggu saja. Jangan permasalahkan hal itu, uangnya sudah ada) ", tutur Ignasius.

Terkait keterlambatan pencairan dana PIP itu, Ignasisus menilai telah terjadi kejanggalan pada proses penyaluran dana PIP tersebut. Ignasius menambahkan, tidak ada transparansi pada prosesnya penyaluran dana bantuan dari pemerintah itu.

"Hal yang menjanggal menurut saya adalah, jika uang tersebut sudah dicairkan dari BANK, kenapa tidak disalurkan kepada Murid?., Kami selaku pengurus komite juga tidak pernah mengetahui jumlah Siswa/i penerima bantuan PIP di Sekolah ini", ungkapnya.

Merespon laporan ketua Komite itu, Kepala Sekolah SMPN SATAP Nanga Lanang Silvester Jhon saat dikonfirmasi secara terpisah di Borong, membantah hal tersebut.

Kepada Akuratnews.com, Kepala Sekolah itu menerangkan bahwa, setiap tahunnya, uang tersebut selalu tersalurkan kepada Siswa/i Kelompok Penerima Manfaat (KPM). Laporan tersebut tidak benar", tegas Silvester. Hal itu Dia sampaikan saat diwawancarai di Borong, pada Minggu (19/01/2020).

Silvester menerangkan bahwa, dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolahnya itu tidak pernah tersendat. Beliau menjelaskan dana PIP tersebut merupakan program dari pusat diperuntukan bagi Siswa/i tidak mampu.

"Uang tersebut merupakan anggaran dari Pemerintah pusat untuk Siswa/i tidak mampu. Ketika sudah dilakukan pencairan di BANK BRI Unit Borong, kami langsung salurkan kepada penerima manfaat", katanya.

Kepsek Silvester juga menjelaskan, proses pencairan dana PIP disekolahnya itu dilakukan secara kolektif. Hal tersebut Kata Silvester dilakukan berdasarkan surat kuasa dari kelompok penerima manfaat PIP yang ditandatangani oleh Ketua Komite Seolah mewakili orang tua atau wali Murid.

"Proses pencairan dana PIP di sekolah kami memang dilakukan secara kolektif, tapi itu juga berdasarkan surat kuasa dari orang tua murid yang diwakili oleh ketua Komite Sekolah", imbuh Kepala Sekolah SMPN Satap Nanga Lanang yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Seolah Dasar di Nanga Lanang itu.

Sementara itu, Vinsensius Kleman (43) seroang warga di Kampung Nanga Lanang, membenarkan laporan dari ketua Komite Sekolah itu. Vinsensius menerangkan bahwa ia memiliki seorang putranya yang bersekolah di SMPN SATAP Nanga Lanang dan tidak pernah mendapatkan dana bantuan tersebut. Hal itu disampaikan Vinsensius saat dikonfirmasi secara terpisah bersama enam orang tua murid lainya di Nanga Lanang, pada Senin (20/01/2020).

"Satu adalah orang tua Murid. Salah satu anak saya, sekolah di SMPN SATAP nanga Lanang. Menurut informasi dari pihak sekolah anak saya akan terima bantuan PIP tapi sampai sekarang tidak ada uangnya", tutur Vinsensius.

Dalam kapasitasnya sebagai orang tua Murid Vinsensius bahkan membantah keterangan yang disampaikan Kepsek Nanga Lanang kepada Akuratnews.com.

"Kalau Kepala sekolah sampaikan bahwa dana pip itu sudah dicairkan, itu tidak benar. Sejak 2017 tidak ada pencairan PIP, saya selain sebagai masyarakat juga sebagai orang tua Murid". tegasnya.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga