Duh… Ibu di Majalengka Ini Gugat Anak Kandungnya Mundur Dari Statusnya Sebagai Anak

AKURATNEWS - Seorang ibu di Majalengka menggugat anaknya ke Pengadilan Negeri (PN) Majalengka untuk membatalkan kutipan akta kelahiran No: 41/SAL.1958 yang telah diterbitkan Kantor Catatan Sipil Kabupaten Majalengka. Dengan kata lain, sang anak digugat agar mundur dari statusnya sebagai anak.

Persidangan Perdata No 7/Pdt.G/2021/PN MJL tertanggal 6 April 2021 sudah mulai digelar pada Selasa, 13 April 2021 dengan dipimpin Majelis Hakim Kopsah dan hakim anggota Ria Agustien dan Ridho Akbar.

Kronologis kasus ini dimulai saat Ika Wartika alias Kwik Gien Nio digugat ibunya Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio. Ika menceritakan awal mula ia digugat agar mundur dari statusnya sebagai anak oleh Sri Mulyani bermula dari keinginan sang ibu untuk menjual Gelora Studio Foto atau yang lebih dikenal dengan Foto Abok Majalengka. Namun keinginan itu ditolak Ika.

"Abok itu sudah terkenal sebagai studio foto. Saya tidak mau dijual, tidak mau tanda tangan. Abok itu kan sudah ratusan tahun mau saya lestarikan. Saya ngotot tidak mau tanda tangan (dijual). Sekarang saya ujug-ujug digugat," kata Ika saat ditelepon anggota DPR, Dedi Mulyadi, Senin (3/5).

Dalam gugatan ini, Sri Mulyani mengharuskan dirinya membuat surat pernyataan untuk memutuskan hubungan ibu dan anak.

"Nah saya nggak mau. Tapi tetap Kamis itu sidang (gugatan) saya tetap harus bikin surat pernyataan," ujarnya.

Ika menyesalkan pihak pengacara penggugat tidak pernah berkomunikasi dengannya sebelum melayangkan gugatan. Padahal, sebelum berperkara, pengacara penggugat Sri Mulyani bisa berkomunikasi dengan dirinya. Ika menduga sang ibu menggugat dirinya lantaran dibujuk pihak lain.

"Saya anak tunggal. Dari dulu tidak warisan, masa bodo saya mah. Itu juga kan beberapa rumah sudah dijual tanpa ada sepengatahuan saya, ya saya diamkan. Tapi kalau Abok itu sudah ada wasiat dari papih saya kalau bisa jangan dijual karena ini dapat susah payah. Tapi tetap saja pingin dijual. Ini tuh se- Majalengka sudah tahu bahkan dikenal dengan Perempatan Abok," tutur Ika.

Ika menyebut alasan ibunya Sri Mulyani ingin memutuskan hubungan karena merasa tidak pernah diurus olehnya. Padahal semenjak bapaknya, Andi Kurnaedi alias Auw Kim Tjeng meninggal dunia, sang ibu telah diajak untuk tinggal bersama.

Menurut Ika, bahkan saat membujuk ketiga kalinya, dia sempat didampingi pengacara sebagai saksi bahwa dia ada keinginan merawat ibunya. Namun upaya itu juga ditolak oleh sang ibu Sri Mulyani.

Terkait hal tersebut, Dedi Mulyadi, yang juga mantan Bupati Purwakarta dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR ini akan mengawal kasus itu hingga tuntas. Bahkan ia akan hadir pada sidang perdana Kamis (6/5) nanti di PN Majalengka.

"Di sidang saya akan hadir. Mudah-mudahan kasusnya cepat selesai. Kalau dengar dari Teh Ika, bagus juga punya idealisme agar punya peninggalan dari bapaknya tidak dijual tapi menjadi peninggalan yang bisa dikenang sepanjang masa. Bila perlu jadi museum," ujar Dedi Mulyadi.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga